buah-buahan yang dimakan rasulullah
DASAR ISLAM, MAKANAN

Inilah Buah-Buahan Yang Dimakan Rasulullah Semasa Hidup

Inilah Buah-Buahan Yang Dimakan Rasulullah Semasa Hidup – Kebayang ga sih buah apa saja yang pernah dimakan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya? Rasulullah SAW sebagai trend setter bukan hanya diikuti setiap ajarannya, tetapi beliau juga diidolakan cara hidupnya, cara berpakaiannya, cara beliau bergaul, juga cara beliau makan. Termasuk buah-buahan apa saja yang beliau makan.

Dikutip dari al-Syamail al-Muhammadiyyah, Imam al-Tirmidzi mengumpulkan beberapa keterangan tentang buah apa saja yang dikonsumsi oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya.

Sudah barang tentu buah yang akrab dikonsumsi oleh Nabi Muhammad SAW adalah kurma. Buah yang sangat sering kita jumpai di pasaran, bukan hanya di tanah Arab tetapi sudah sangat mudah dijumpai di Indonesia, khususnya di bulan Ramadhan.

Namun ada juga beberapa buah yang pernah dimakan oleh Rasulullah SAW selain kurma. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Buah-buahan yang dimakan Rasulullah pertama adalah Mentimun

Dalam sebuah hadis dari ‘Abdullah bin Ja’far, ia mengatakan: “Rasulullah SAW terbiasa makan qitstsa’ dengan ruthab (kurma basah).” Qitsa’ adalah buah sejenis mentimun dengan ukuran yang lebih besar.

Hikmah dari dua buah-buahan ini dimakan secara bersamaan adalah karena buah kurma cenderung panas dan buah mentimun cenderung dingin jika dimakan, maka akan terasa seimbang bagi tubuh untuk mencerna keduanya.

Buah-buahan yang dimakan Rasulullah Kedua adalah Semangka

Dalam sebuah hadis, ‘Aisyah RA pernah bercerita bahwa Rasulullah SAW terbiasa memakan semangka dengan ruthab (kurma basah).”

Buah-buahan yang dimakan Rasulullah ketiga yaitu Melon

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia mengatakan: “Rasulullah SAW pernah memakan dua buah sekaligus, yakni ruthab (kurma basah) dan khirbiz (melon) sekaligus.”

Nabi Muhammad SAW dalam hidupnya sangat menghargai makanan, hal ini tercermin ketika sahabat mengetahui bahwa musim buah-buahan telah tiba mereka mendatangi Nabi SAW dan Nabi pun mendoakan:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى ثِمَارِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِى مَدِينَتِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِى صَاعِنَا وَمُدِّنَا اللَّهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ عَبْدُكَ وَخَلِيلُكَ وَنَبِيُّكَ وَإِنِّى عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ وَإِنَّهُ دَعَاكَ لِمَكَّةَ وَأَنَا أَدْعُوكَ لِلْمَدِينَةِ بِمِثْلِ مَا دَعَاكَ بِهِ لِمَكَّةَ وَمِثْلِهِ مَعَهُ

“Ya Allah berkahilah buah-buahan kami, kota kami, sha’ dan mud (ukuran timbangan) kami. Ya Allah sesungguhnya Ibrahim adalah hamba-Mu, kekasih-Mu, demikian pula aku adalah hamba-Mu, Nabi-Mu. Ibrahim sungguh telah berdoa kepada-Mu untuk Mekah, dan kali ini aku berdoa kepada-Mu untuk Madinah sebagaimana Ibrahim berdoa untuk keberkahan Mekah.”

Diakhir doanya Rasulullah memanggil salah seorang anak kecil, dan menyerahkan buah-buahan yang dibawakan oleh beberapa sahabat tadi untuk diserahkan kepada anak kecil tersebut.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *