Busana Nabi Muhammad SAW Yang Jarang Diketahui

Busana Nabi Muhammad SAW Yang Jarang Diketahui – Beberapa di antara kita mungkin hanya mengenal gamis, sarung, celana, surban sebagai busana yang biasa dipakai Nabi Saw? Tapi tau ga? Ternyata Nabi Saw, semasa hidupnya memakai beragam model busana.

Ada beberapa jenis dan model busana yang dikenakan oleh Nabi Saw. Dalam kitab al-Syamail al-Muhammadiyyah

Macam-macam Busana Nabi Muhammad SAW Yang Jarang Diketahui

Imam al-Tirmidzi mengumpulkan beberapa keterangan tentang jenis busana yang dikenakan oleh Rasulullah Saw semasa hidupnya sebagai berikut.

1. Al-Hibarah

عَنْ أَنَسٍ قَالَ : كَانَ أَحَبُّ الثِّيَابِ إِلَى نَبِيِّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الْحِبَرَةُ.

Dari Anas, ia mengatakan: “Dahulu pakaian yang paling dicintai oleh Nabi Saw adalah al-hibarah.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan al-Nasa’i)

Hibarah adalah pakaian yang terbuat dari katun atau kapas, layaknya bahan kaos pada umumnya, atau pakaian yang terbuat dari kain lenan, yang dalam sebuah keterangan merupakan jenis kain yang paling penting bagi orang Israel. Kain ini dibuat dari tanaman rami. Kalau dibayangkan saat ini maka kain yang dimaksud adalah kain linen yang terbuat dari rami halus, yang kuat, tampak berkilat, dan dingin bila dipakai. Disamping terbuat dari katun atau linen, hibarah juga dihiasi, atau memiliki motif tertentu, motif tersebut oleh ‘Abdur Razzaq al-Badri, diduga kuat adalah garis-garis.

Ibn al-Qayyim dalam Zad al-Ma’ad menyebut bahwa hibarah nabi bermotifkan hitam dan putih bergaris-garis, atau hitam dan merah.

2. Burdan

عَنْ أَبِيْ رِمْثَةَ قَالَ : رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَخْطُبُ وَعَلَيْهِ بُرْدَانِ أَخْضَرَانِ

Dari Abu Rimtsah, ia mengatakan: “Aku melihat Nabi Saw berkhutbah, dan beliau mengenakan Burdan berwarna hijau.”

Burdan adalah kain bergaris yang digunakan untuk menyelimuti badan, menurut ‘Abdur Razzaq al-Badri, tidak mungkin kain tersebut hanya berwata hijau sebagaimana hadis di atas, bisa jadi warna dominan adalah hijau dengan beberapa garis jahitan berwarna lain.

3. Mulayyah

عَنْ قَيْلَةَ بِنْتِ مَخْرَمَةَ… تَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَسْمَالُ مُلَيَّتَيْنِ كَانَتَا بِزَعْفَرَانٍ

Dari Qailah binti Makhramah… yaitu Nabi, beliau mengenakan dua mulayyah slim fit, keduanya telah diwarnai. (HR. Tirmidzi dan Thabrani)

Mulayyatain adalah bentuk ganda dari mulayyah, merupakan pakaian yang tidak memiliki jahitan sama sekali, pakaian ini murni hasil tenunan.

4. Jubah Rumiyah, Lengan Sempit

عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَبِسَ جُبَّةً رُومِيَّةً ضَيِّقَةَ الْكُمَّيْنِ.

Dari ‘Urwah bin al-Mughirah bin Syu’bah dari Ayahnya, “Sesungguhnya Nabi Saw, mengenakan Jubah Rum yang sempit lengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibn Majah dan Thabrani)

Jubah sendiri adalah pakaian atau setelan yang dikenakan di luar qamish atau kemeja. Jelas di dalam hadis tersebut, Nabi Saw menggunakan jubbah dengan lengan sempit. Dan jelas pula bahwa jubbah tersebut dinisbahkan ke Romawi, itu artinya Nabi Saw menggunakan pakaian impor di luar budayanya, yakni Romawi.

Beberapa keterangan di atas adalah sekelumit dari banyak sekali informasi berkaitan dengan pakaian yang dikenakan Nabi Saw semasa hidupnya. Dan Nabi Saw juga tidak antipasti terhadap budaya luar sehingga jelas bahwa Nabi juga menggunakan pakaian baik bahan maupun model dari luar Arab.

Wallahu a’lam.

Sumber: al-Syamail al-Muhammadiyyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *