hukum cadar
DASAR ISLAM, PAKAIAN

Cadar, Hukum Dan Kontroversinya

Alomuslim.com – Dalam beberapa tahun belakangan, cadar telah menjadi sebuah kontroversi dikalangan masyarakat dunia. Hal itu mulai kencang dihembuskan pasca isu terorisme yang dibuat oleh negara Amerika. Cadar jadi salah satu yang dianggap sebagai simbol atau ciri-ciri kelompok teroris. Sehingga karena hal tersebut, para wanita muslimah yang hidup di negara non muslim, mendapatkan tekanan untuk melepaskan cadar mereka.

Demikian juga dengan negara kita, isu cadar sebagai ciri dari kelompok teroris juga menular sampai ke setiap lapisan masyarakat. Sebagian mereka ada yang terhasut dengan isu tersebut, tetapi sebagian lainnya menganggap bahwa isu tersebut dibuat hanya untuk menyerang dan menjatuhkan umat Islam. Sehingga dengan kontroversi isu cadar tersebut, justru membuat para wanita muslimah banyak yang mengubah penampilannya dengan menggunakan cadar.

Hari ini, kita bisa dengan mudah menemui wanita muslimah yang menggunakan cadar ada di tempat-tempat umum. Merekapun seakan tidak ragu atau takut akan dicap sebagai teroris karena penampilannya yang bercadar. Tetapi, apakah sebenarnya syariat Islam memerintahkan wanita muslimah untuk menggunakan cadar? Karena hal ini telah menyebabkan kontroversi pada masyarakat dunia, juga di negara kita.

Hukum Cadar

Para ulama telah sepakat mengenai wajibnya seorang wanita menutup seluruh tubuhnya. Sementara, yang menjadi perdebatan diantara mereka adalah masalah dalam menutup wajah dan telapak tangan, termasuk dalam hal ini adalah penggunaan cadar untuk menutupi wajah. Sekelompok ulama berpendapat bahwa wanita Muslimah wajib menutup wajah dan telapak tangan. Maka menurut kelompok ini, cadar hukumnya adalah wajib.

Diantara dalil kelompok ulama yang mewajibkan cadar adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak wanitamu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka,’ yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab : 59)

Sementara sekelompok ulama lainnya menganggap bahwa menutup wajah dan telapak tangan itu sunnah, bukan wajib. Adapun diantara dalil yang disampaikan oleh para ulama kelompok ini, yakni firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“..dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat..” (QS. An-Nur : 31)

Menurut mereka, maksud kalimat, ‘kecuali yang (biasa) terlihat..’ pada ayat tersebut adalah wajah dan telapak tangan. Sehingga ayat ini menjadi dalil bahwa ukum cadar hanyalah sebatas sunnah. Meskipun hukumnya tidak wajib, tetapi para ulama kelompok ini juga menyatakan bahwa memakai cadar lebih baik dan lebih utama, terutama pada zaman yang penuh fitnah ini.

Maka dalam kontroversi cadar ini, perlu untuk diingatkan kepada kelompok-kelompok yang menyerang penggunaan cadar dan menganggapnya sebagai sikap yang berlebihan dalam beragama, hendaknya berhenti melakukan itu. Dan bagi para wanita muslimah, apabila memakai cadar jutsru memunculkan mudharat (keburukan) maka tidak mengapa membukanya, karena sebagian ulama manyatakan bahawa menggunakan cadar tidaklah wajib. Wallahu a’lam. 

Referensi : Fiqih Sunnah Wanita Jilid 2, Abu Malik Kamal ibnu As-Sayyid Salim (Madina Adipustaka : 2013)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *