Cara Menghitung Harta Untuk Zakat – Alomuslim

Cara Menghitung Harta Untuk Zakat

Cara Menghitung Harta Untuk Zakat

Alomuslim.com – Harta benda tidak wajib dikeluarkan zakatnya (tidak dikenakan zakat) kecuali apabila telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut berupa kriteria khusus dimana harta tidak wajib dizakati kecuali syaratnya telah terpenuhi. Syarat yang harus terpenuhi pada harta sehingga wajib dikeluarkan zakatnya, antara lain :

  • Harta tersebut telah mencapai nisab. Nisab adalah ukuran tertentu yang telah ditetapkan oleh syariat. Karena itu bagi orang yang memiliki harta, namun belum mencapai ukuran nisabnya atau masih kurang, maka tidak ada kewajiban zakat padanya.
  • Jumlahnya tidak kurang dari ukuran nisabnya setelah memenuhi haul. Haul merupakan perhitungan waktu selama satu tahun (menggunakan tahun Hijriyah), terhitung semenjak seseorang memiliki harta tersebut. Apabila dalam satu tahun ternyata hartanya berkurang dari ukuran nisab maka tidak ada kewajiban zakat padanya.

Syarat ini harus dipenuhi keduanya, tidak bisa hanya salah satunya saja. Karena ia saling memiliki keterkaitan yang apabila salah satunya tidak terpenuhi, maka gugurlah kewajiban zakat atas seseorang. Misal, seseorang memiliki harta yang mencapai nisab, tetapi setelah satu tahun, hartanya menyusut dan burkurang dari nisab, maka kewajiban zakatnya gugur. Dan seseorang juga tidak langsung dikenakan wajib zakat ketika pertama kali memiliki harta, sebelum memenuhi haul terlebih dahulu.

Bagaimana perhitungan zakatnya?

Nisab Emas

Nisab untuk zakat emas adalah 20 dinar. Apabila dikonversi dengan satuan gram, 1 dinar = 4,25 gram, jadi 20 dinar = 85 gram. Besarnya zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5% atau 1/40.

Contoh : seseorang memiliki emas 100 gram 24 karat, dan jumlah tersebut tidak berkurang setelah satu tahun. Maka nilai zakat yang harus dikeluarkan adalah 100 gram X 2,5% = 2,5 gram. Apabila dikonversi ke mata uang dengan perkiraan harga emas pergramnya Rp. 650.000, maka zakat yang harus dibayarkan Rp. 1.625.000/tahun.

Nisab Perak

Nisab untuk zakat perak adalah 200 dirham dari perak murni. Jika dikonversi kedalam satuan gram adalah 595 gram. Besarnya zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5% atau 1/40. Cara perhitungannya sama dengan zakat emas.

Nisab Uang Kertas (Banknote)

Nisab dari uang kertas atau mata uang disamakan dengan nisab emas, yakni sebesar 85 gram. Jika dikonversi menggunakan nominal mata uang dengan perkiraan harga emas pergramnya Rp. 650.000, maka ukuran nisabnya adalah Rp. 55.250.000 dengan kepemilikan setahun.

Contoh : seseorang menerima gaji bulanan Rp. 6.500.000. Tetapi orang tersebut memiliki kebutuhan yang harus dikeluarkan setiap bulannya sebesar Rp. 1.500.000, sehingga sisa gaji perbulannya adalah Rp. 5.000.000, sehingga dalam waktu setahun dia memiliki uang sebesar Rp. 60.000.000. Maka dia wajib membayarkan zakatnya karena telah memenuhi nisab.

Zakat yang harus dikeluarkannya adalah Rp. 60.000.000 X 2,5% = Rp. 1.500.000. jadi orang tersebut harus membayarkan zakat diakhir tahun sebesar Rp. 1.500.000.

Inilah beberapa cara menghitung harta untuk zakat, adapun mengenai perhitungan zakat perdagangan, peternakan dan perkebunan dapat dilihat pada artikel kami yang lainnya. Wallahu Ta’ala a’lam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *