Seperti Inilah Cara Rasulullah SAW Menata Rambutnya

cara rasulullah saw menata rambutnya

Seperti Inilah Cara Rasulullah SAW Menata Rambutnya – Ada model rambut yang akhir-akhir ini digandrungi oleh masyarakat, seperti pompadour, top knot, man bun, spiky, fringe, slicked back dan banyak lagi yang lainnya. Adapun cara menatanya pun berbeda, dan tentu saja tergantung kepada model rambut apa yang dimiliki.

Terlepas dari itu semua, cara memotong dan menata rambut masyarakat umumnya dipengaruhi trend tertentu. Trend setter bisa jadi adalah aktris atau pun aktor papan atas tertentu yang bolak-balik nampang di televisi, atau media sosial. Atau bisa jadi trend tersebut muncul atau dipopulerkan oleh masyarakat itu sendiri tanpa ada yang tau dari mana mulanya.

Dalam agama Islam, sosok Nabi Muhammad SAW lebih dari sekedar trend setter yang hanya memopulerkan sebuah trend tertentu. Beliau adalah panutan dan suri tauladan dari berbagai sudut pandang. Keseluruhan aktivitasnya, mulai dari beliau terjaga sampai beliau terlelap adalah satu kesatuan trend yang menjadi panutan dan kesunahan bagi seluruh umat Islam, terlepas dari perdebatan yang meliputinya.

Kali ini kami tidak sedang ingin memotret fenomena cara menata rambut ini dari sudut pandang halal atau pun haram. Tapi tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW mencontohkan cara menata rambut ala beliau. Dalam al-Syamail al-Muhammadiyyah, Abu ‘Isa al-Tirmidzi (w. 279 H).

Menghimpun riwayat-riwayat hadis yang khusus membincang tentang trend yang dipopulerkan oleh Rasulullah SAW. Dalam pembahasan tentang Ma Jaa’a fi Tarajjuli Rasulillah SAW (Tentang Bagaimana Rasulullah SAW Menata Rambutnya), al-Timidzi menyajikan lima riwayat hadis, yang berbeda-beda. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Nabi pernah menata rambutnya sendiri, ternyata nabi juga memiliki hairstylist atau penata rambutnya tersendiri, yakni istri beliau, ‘Aisyah RA. Sebagaimana dalam pengakuan ‘Aisyah sebagai berikut:

Diriwayatkan dari ‘Urwah dari ‘Aisyah RA: “Saya pernah menata rambut Rasulullah SAW, dalam keadaan haid.”

2. Ketika menata rambutnya Nabi SAW terbiasa menggunakan minyak rambut untuk merapikannya. Beliau juga mengenakan kain ketika merapikannya, agar minyaknya tidak tumpah dan lumer mengenai pakaiannya.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik: “Dahulu Rasulullah SAW sering meminyaki rambutnya, merapikan jenggotnya dan menggunakan potongan kain (untuk melindungi pakaiannya dari minyak rambut), sampai seakan-akan pakaiannya seperti pakaian tukang minyak.”

3. Gaya menyisir rambut Rasulullah adalah ke arah kanan atau belah kanan, hal ini terlihat dari kegemaran beliau mengutamakan sebelah kanan dibandingkan sebelah kiri terlebih dahulu.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA, mengatakan: “Rasulullah SAW sungguh mencintai untuk mendahulukan sebelah kanan dari pada kiri, mengutamakan sebelah kanan ketika beliau bersuci, ketika beliau menyisir rambutnya dan ketika beliau mengenakan sandalnya.”

4. Rasulullah SAW, terbiasa membersihkan rambutnya, menata dan merapikannya dua hari sekali. Dilihat dari kultur bangsa Arab saat itu di mana air tidak mudah untuk ditemukan layaknya kita di Indonesia, maka membersihkan dan merapikan rambut dua hari sekali adalah batasan ideal bagi seseorang untuk tampil bersih.  Hal ini sebagaimana dalam dua riwayat terakhir yang dihimpun oleh al-Tirmidzi dalam karyanya di atas. Diriwayat dari ‘Abdullah bin Mughaffal dan dari Humaid bin ‘Abdurrahman dengan konten hadis yang hampir sama, sebagai berikut:

“Sesungguhnya Nabi SAW, menata (yatarajjal) rambutnya dua hari sekali.”

 Makna yatarajjal dalam sebuah keterangan adalah menyisir rambutnya, membersihkannya dan memperbagusinya. Jika dikontekskan sesuai zaman sekarang boleh jadi adalah perawatan rambut meski tidak terkesan berlebihan.

Demikian beberapa hal tentang kebiasaan Rasulullah berkenaan dengan rambut beliau, disarikan dari kitab al-Syamail al-Muhammadiyyah, karya Abu ‘Isa al-Tirmidzi. Pada dasarnya terdapat banyak versi dalam hal, selanjutnya akan kami paparkan dalam artikel-artikel berikutnya.

Wallahu a’lam.

Sumber : Abu ‘Isa al-Tirmidzi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *