Cara Seorang Wanita Mandi Setelah Selesai Dari Haid Dan Nifas

Cara Seorang Wanita Mandi Setelah Selesai Dari Haid

Alomuslim.com – Secara umum mandi setelah haid dan nifas sama dengan mandi wajib ketika junub. Tetapi ada beberapa tambahan sebagai berikut :

  • Menggunakan sabun dan yang sejenisnya yang bisa membersihkan.

Asma binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang mandi yang dilakukan setelah selesai dari haid, beliau menjawab ;

“Serang dari kalian mengambil aird an daun bidara lalu ia bersuci dengannya dengan baik, kemudian dia mengguyurkannya ke kepala lalu dia memijatnya dengan pijatan yang keras hingga mengenai akar-akar rambutnya, kemudian dia mengguyurkan air ketubuhnya.” 

Lalu Asma bertanya lagi, ‘Bagaimana cara bersuci dengan daun bidara?’ Beliau menjawab, “Subhanallah, kamu bersuci dengannya.” Aisyah radhiyallahu ’anha berkata mengenai hal itu, ‘Kamu bersihkan sisa-sisa darah dengan daun itu.’ (HR. Bukhari 314, Muslim 332)

  • Mengurai ikatan rambut (kuncir) agar air bisa sampai ke akar-akarnya.

Dalam hal ini sebenarnya terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama, diantaranya ada yang menganggap mengurai ikatan rambut hanyalah sunnah (dianjurkan), bukan wajib. Sementara sekelompok ulama lain menganggapnya wajib. Kedua kelompok ini menggunakan dalil yang sama, namun mereka berbeda dalam memahami makna hadits tersebut.

Adapun salah satu dalil yang digunakan adalah, hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika berhaji Bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam, disebutkan bahwa ketika hari Arafah, dirinya sedang dalam keadaan haid lalu ia mengadukan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, maka beliau menjawab :

“Tinggalkan umrahmu dan uraikanlah ikat rambutmu dan sisirlah, kemudian bertalbiyahlah untuk haji.” (HR. Bukhari 317, Muslim 1211)

Maka dalam hal ini, sebaiknya wanita menguraikan ikatan rambutnya, agar air bisa sampai ke akar-akar rambutnya dan juga itu sebagai sikap lebih berhati-hati.

  • Membersihkan bekas darah dengan sepotong kapas yang dibubuhi wewangian atau sejenisnya.

Dianjurkan bagi wanita untuk menggunakan sepotong kain atau kapas yang telah dibubuhi dengan wewangian dan mengolesinya pada kemaluannya setelah mandi. Demikian juga untuk membersihkan seluruh bagian tubuhnya yang terkena darah haid. Hal ini dilakukan untuk menghilagkan bau tidak sedapdari bagian badan yang terkena darah.

Dalam sebuah riwayat dari Ummu Athiyah disebutkan, ‘Apabila seseorang dari kami telah suci dari haid kemudian mandi, dan setelah itu menggunakan kapas yang dibubuhi wewangian.’ (HR. Bukhari 313)

Wallahu a’lam. 

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like