Seperti Inilah Ciri-Ciri Keluarga Samawa

ciri-ciri keluarga samawa

Seperti Inilah Ciri-Ciri Keluarga Samawa – Sebagai muslim, pastinya kita sering mendengar istilah samawa. Nah, samawa adalah singkatan sakinah, mawaddah wa rahmah. Atau bisa kita sederhanakan sebagai perwujudan keluarga yang tenteram dan sejahtera. Bentuk keluarga semacam ini disebutkan di dalam Alquran, sebagaimana berikut:

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ٢١

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Lantas apa sajakah ciri-ciri dari keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah sebagaimana dalam ayat di atas. Berikut adalah ciri-cirinya:

  1. Tercurahkannya rahmat Allah di dalam keluarganya

Rasulullah Saw bersabda dalam sebuah hadis yang lumayan panjang berikut ini.

عَنْ أَنَسٍ بنِ مَالِكٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « إِذَا أَرَادَ اللهُ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا فَقَّهَهُمْ فِي الدِّيْنِ، وَوَقَّرَ صَغِيْرُهُمْ كَبِيْرَهُمْ وَرَزَقَهُمْ الرِّزْقَ فِي مَعِيْشَتِهِمْ وَالْقَصْدَ فِي نَفَقَاتِهِمْ وَبَصَّرَ عُيُوْبَهُمْ فَيَتُوْبُوْا مِنْهَا.

“Apabila Allah menghendaki suatu keluarga itu mendapatkan kebaikan, Allah menjadikan mereka memahami atau menghayati agama, yang muda menghormati yang tua; (Allah) menganugerahi perbelanjaan mereka; dan Allah menampakkan kesalahan mereka dan mereka bertaubat darinya.” (HR. Dar al-Quthni)

Hadis di atas menunjukkan bahwa sebuah keluarga samawa meliputi keluarga yang memiliki kepatuhan kepada agamanya; adanya wujud saling menghormati, antara yang muda kepada yang tua, anak kepada orang tuanya. Demikian pula orang tua menyayangi anaknya; dan keluarga diberikan oleh Allah rezeki yang halal, tidak berlebihan dalam membelanjakannya; dan yang terakhir keluarga tersebut selalu menyadari akan kekhilafan dan senantiasa memohon ampun kepada Allah.

  1. Tercukupinya kebutuhan dasar manusia

Manusia pada dasarnya memiliki 3 motif atau kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, ketika semuanya telah terpenuhi, maka kesejahteraan mereka akan tercapai. Di antara motif-motif tersebut adalah motif mutlak, motif biologis, dan motif sosial.

Motif mutlak adalah kebutuhan dasar manusia untuk berhubungan dengan Penciptanya, beriman kepada-Nya, dan melakukan kebajikan sebagai wujud pengabdian kepada-Nya.

Motif biologis seperti halnya kebutuhan untuk makan, minum, berhubungan seksual, dan lain sebagainya.

Dan yang terakhir adalah motif sosial, yakni kebutuhan manusia untuk mempunyai kesamaan derajat dan martabat dengan orang lain, mendapat pengakuan dari masyarakat sosial dan lain sebagainya.

Ketiga motif tersebut seyogyanya diupayakan oleh seluruh keluarga terutama oleh ayah dan ibu, hal ini akan menimbulkan kepuasan batin ketika semuanya telah tercapai.

  1. Kemampuan menyelasikan konflik

Konflik adalah suatu hal niscaya yang pasti ada dalam keluarga. Ketika suatu konflik muncul, maka kemampuan untuk menyelesaikannya akan sangat menentukan keharmonisan sebuah keluarga. Dikisahkan Abu Darda pernah berkata kepada isterinya.

“Jika engkau wahai isteriku melihatku marah, maka diamlah! Dan aku pun akan diam ketika melihat engkau marah.”

  1. Ikhtiar dan Bersyukur

Dua hal yang sangat penting dalam keluarga adalah adanya ikhtiar atau usaha dan adanya rasa syukur dalam keluarga tersebut. Dalam sebuah hadis disebutkan.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ حَجَّ عَنِ الرَّمْي، فَقَالَ:إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ السَّعْي فَاسْعَوْا.

Dari Ibn ‘Abbas, ia mengatakan bahwa suatu ketika Rasulullah Saw ditanya tentang lempar jumrah pada tahun haji, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian untuk berusaha, maka berusahalah.” (HR. Al-Thabrani)

Ketika usaha telah dilakukan secara maksimal maka kewajiban selanjutnya adalah bersyukur sebagaimana firman Allah.

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ ٧

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

  1. Adanya kedudukan dan tanggung jawab yang jelas dalam keluarga

Untuk menjalankan roda keluarga perlu adanya tanggung jawab yang harus dikerjakan oleh semua elemen dalam keluarga. Ayah bertugas untuk mencari nafkah dan bertanggung jawab atas semua yang ada dalam keluarga, sedangkan ibu bertanggung jawab untuk mendampingi suami dan mendidik anak-anaknya. Demikian pula dengan anak yang harus taat dan berbakti kepada orang tua.

Demikianlah 5 hal yang menjadi tolok ukur dari keluarga yang samawa, sakinah mawaddah wa rahmah. Semoga kita senantiasa diberikan keluarga yang samawa. Amin. Wallahu a’lam.

Sumber: Hukum Keluarga Dalam Islam karya Prof. Dr. Huzaemah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *