Definisi Akhlak : Penjelasan dan Macamnya

definisi akhlak

Definisi Akhlak : Penjelasan, Jenis dan Keutamaannya – Kata akhlak sering kali terdengar di telinga kita. Terutama di setiap m,ajelis-majelis ilmu tempat kita menimba ilmu agama. Sebagai seorang muslim, dan hamba Allah ﷻ yang taat hendaknya kita mengetahui apa yang dimaksud tentang akhlak sebenarnya. Apa definisi akhlak, penjelasannya, dan keutamaan dalam mengamalkannya.

Akhlak adalah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh kaum muslimin, baik kepada Allah ﷻ maupun kepada sesama makhluk. Secara sederhana, pada intinya setiap muslim wajib untuk memiliki akhlak yang baik di kehidupannya, dan meninggalkan akhlak-akhlak yang tercela. Bahkan bisa dibilang karena alasan akhlak inilah, Rasulullah ﷺ diturunkan ke dunia dan diutus Allah ﷻ, tiada lain hanya untuk menyempurnakan akhlak para umat.

Sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Bukhari)

Dalam sejarah hadirnya islam, Rasulullah ﷺ diutus oleh Allah ﷻ di tengah-tengah masyarakat jahiliyah yang notabene memiliki akhlak yang buruk. Masyarakat jahiliyah yang dulu tak segan-segan untuk berperilaku keji. Dan dengan kedatangan Rasulullah ﷺ , akhirnya mereka mampu untuk merubah akhlak-akhlak buruk yang sedari lama dilakukannya.

Nah, untuk itu, mari di kesempatan kali ini kita mnegulas bersama-sama tentang apa akhlak itu sebenarnya, bagaimana definisi akhlak? Jenis serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Definisi Akhlak

Untuk menjabarkan definisi tentang akhlak, ada dua perbedaan cara pengartian yang satu sama lain memiliki keterkaitan. Menurut kajian para ‘ulama, Akhlak dapat diartikan sebagai suatu kondisi jiwa ataupun sifat seorang manusia yang membuatnya melakukan sesuatu hal atau perkara tanpa ada pertimbangkan sebelumnya. Bisa juga diartikan, akhlak adalah tabiat, watak atau budi perkerti yang telah tertanam di dalam diri seorang manusia yang akan menjadi dasar ia melakukan sesuatu secara otomatis atau spontanitas. Jadi, jika akhlaknya baik maka perbuatan yang spontan keluar adalah perbuatan yang baik, begitu juga sebaliknya.

Akhlak seorang manusia sangat erat kaitannya dengan tingkat keimanannya kepada Allah ﷻ dan keistiqomahannya dalam beribadah. Semakin besar iman yang ada di dalam dirinya, maka semakin baik pula kepribadian atau akhlaknya. Sebaliknya, semakin tipis keimanannya, maka tak menutup kemungkinan semua perbuatan yang dilakukan akan cenderung berakhlak buruk.

Jenis Akhlak

Pada ulasan diatas sudah bisa sedikit kita ketahui, bahwasanya akhlak adalah satu acuan atau standart nilai untuk mengukur kepribadian seseorang muslim, secara dhohir. Dari sini bisa kita lihat dan kita nilai kualitas keimanan seseorang. Orang yang baik tentu juga akan memiliki akhlak yang baik pula, baik akhlak kepada Allah ﷻ, akhlak kepada sesama makhluk Allah ﷻ, maupun akhlak kepada diri sendiri.

Akhlak sendiri dapat dibedakan menjadi dua macam atau jenis akhlak yang keduanya juga akan membedakan dalam segi penerapannya. Kedua macam akhlak atau jenis akhlak tersebut adalah

1. Akhlak Buruk (Mazmumah)

Akhlak yang tercela yang harus senantiasa dihindari oleh setiap muslim, karena akibatnya yang akan terus menyebabkan mudharat. Kemudharatan ini atak hanya akan dirasakan oleh diri sendiri, namun juga bisa kepada orang lain. Contoh dari beberapa akhlak tercela atau buruk adalah, Dusta, khianat, fitnah, hasad, riya’, ghibah, dll.

2. Akhlak Baik (Mahmudah)

Akhlak yang menumbuhkan sikap baik berdasarkan segala perintah Allah ﷻ dalam Al-Qur’an maupun sunnah Rasulullah ﷺ. Akhlak mahmudah meliputi diantaranya :

Akhlak kepada Allah 

Seorang hamba yang baik, hendaknya juga memiliki akhlak yang baik pula terhadap Allah ﷻ. Penerapannya adalah dengan

  • Taat akan semua yang diperintahkan-Nya kepada kita
  • Senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan-Nya
  • sabar dan tawakal atas segala ketentuan-Nya, baik maupun buruk
  • Cinta dan terus berusaha mendekatkan diri
  • Husnudzon kepada semua takdir Allah ﷻ
  • Tawadu’ kepada Allah ﷻ

Akhlak kepada Rasulullah 

Begitu besar jasa Rasulullah ﷺ kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini. Beliaulah junjungan kita, dan suri tauladan terbaik bagi kita. Untuk itu, seyogyanya kita juga harus bersikap khusus kepada Rasulullah ﷺ, yakni dengan

  • Memperbesar mahabbah/cinta kita kepada Rasulullah 

Cinta kepada Rasulullah ﷺ adalah satu tingkat dibawah kecintaan kita kepada Allah ﷻ. Sikap dan perasaan ini mutlak harus dimiliki dan dilakukan oleh setiap umat manusia.

  • Mencontoh perbuatannya atau ittiba’ Rasul

Begitu juga dengan perintah untuk mentaati atau mencontoh sikap dan perilaku yang dijalankan oleh Rasulullah ﷺ semasa hidupnya. Banyak sekali Allah ﷻ memerintahkan tentang hal ini, slaah satunya adalah firman Allah ﷻ di dalam surat Ali-‘Imron ayat 32, yang artinya .: “Katakanlah, ‘Taatilah Allah ﷻ dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah ﷻ tidak menyukai orang-orang kafir.

  • Senantiasa melanggengkan bacaan sholawat dan salam untuk beliau Rasulullah

Dalam sebuah shahih, Rasulullah ﷺ bersabda : Orang yang kikir ialah orang yang menyebut namaku didekatnya, tetapinia tidak bersholawat kepadaku. (H.R Ahmad )

Shalawat juga menjadi bukti kecintaan kita kepada Nabi , serta ucapan terima kasih atas jasa-jasa beliau. Banyak sekali keutamaan shalawat yang akan didapatkan. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ : Siapa yang bersholawat kepadaku satu kali, Allah ﷻ akan bersholawat kepadanya sepuluh kali sholawat. (H.R Ahmad)

Akhlak terhadap diri sendiri

  • Akhlak baik badan dhohir/jasmani

Termasuk didalamnya adalah menjaga kesehatan tubuh, menjaga kebersihan, dan menghindarkan diri dari sesuatu yang memicu timbulnya penyakit. Begitu juga dengan memilah makanan serta minuman yang baik bagi tubuh, serta yang dihalalkan.

Sebagaimana firman Allah ﷻ, yang artinya : Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah ﷻ kepadamu; dan syukurilah ni’mat Allah ﷻ, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (QS. An Nahl:114)

Selain itu, menjaga badan dengan menutupi aurat juga sangat penitng dan termasuk akhlak baik kepada diri sendiri utamanya untuk badan dhohir.

  • Akhlak baik untuk rohani

Menjaga diri dari segala perbuatan yang tercela dan menjaga agar selalu terhindar dari penyakit-penyakit hati. Selalu merasa diawasi Allah ﷻ, dengan demikian seseorang akan merasakan kedekatannya dengan sang pencipta, hingga segala tindakannya akan selalu berhati-hati.

Bukan hanya itu saja, akhlak baik terhadap rohani atau jiwa juga bisa dilakukan dengan cara banyak bermuhasabah dan bermujahadah. Keduanya bertujuan agar terus tumbuh semangat dalam hati untuk berjuang melawan hawa nafsu, karena nafsu sesungguhnya adalah anugerah dari Allah ﷻ, yang sekaligus juga menjadi ujian untuk setiap hamba-Nya.

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS. Yusuf : 53)

  • Akhlak baik terhadap akal

Terus berusaha untuk menuntut ilmu, mengembangkan spesialisasi sesuai bakat dan minat yang dimiliki, dan mengamalkannya untuk kemaslahatan umat.

Ahklak Terhadap Keluarga dan Sesama Manusia

Menhormati orang tua, tidak membantah apa yang dikatakannya selama tidak bertentangan dengan perintah Allah ﷻ. Menyayangi seluruh anggota keluarga dan mengerjakan kewajiban masing-masing.

Kepada tetangga atau orang lain hendaknya kita terus bersikap sopan dan menghargai. Tak saling menjatuhkan, atau menyombongkan diri dan merasa lebih baik dibandingkan dengan orang lain.

Ahklak Terhadap Lingkungan

Menjaga kelestarian alam, tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa merusak kelestarian mahkluk lainnya, baik bumi, pepohonan, hewan, dll.

Akhlak Terhadap Bangsa dan Negara

Menjaga persatuan dan kesatuan antar masyarakat apapun latar belakang sosial, budaya, dan agamanya. Serta senantiasa mematuhi aturan dan hukum yang telah disepakati selama tidak melenceng dari makna-makna perintah Allah ﷻ.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *