Diantara Akhlak Tercela
AKHLAK, DASAR ISLAM

Diantara Akhlak Tercela Adalah Berbuat Kezhaliman

Alomuslim.com – Kezhaliman (penganiayaan) merupakan sebuah akhlak tercela yang banyak diperingati dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi was sallam. Kezhaliman tidak seharusnya muncul dari seorang muslim kepada siapapun, karena ia juga tidak ingin dirinya menerima kezhaliman dari siapapun. Sebab, kezhaliman dengan berbagai bentuk perilaku yang tercela lainnya telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Barangsiapa di antara kamu yang berbuat zhalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang keras.” (QS. Al Furqan : 19)

Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memperingatkan kepada hamba-Nya agar tidak berbuat kezhaliman. Allah berfirman :

“Dan begitulah azab Rabb-mu, apabila Dia mengazab penduduk negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.” (QS. Hud : 102)

Dalam sebuah hadits Qudsi, disebutkan Allah berfirman :

“Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku, dan Aku jadikan haram diantara kalian, maka janganlah kalian ling menzhalimi.” (HR. Muslim no. 2577)

Dan masih banyak lagi ayat dan hadits yang memperingati manusia agar tidak berbuat kezhaliman. Adapun kezhaliman itu terbagi menjadi tiga macam, yakni :

1. Kezhaliman hamba kepada Allah.

Hakikat dari kezhaliman seorang hamba kepada Allah adalah bukan menzhalimi Allah dengan perbuatan-perbuatan tertentu sehingga Allah menjadi terzhalimi, sungguh tidak ada sesuatu-pun yang mampu melakukan hal tersebut. Tetapi, kezhalimannya kembali kepada dirinya sendiri, yakni dengan melakukan kesyirikan dan kufur kepada Allah.

Kesyirikan merupakan perbuatan menyekutukan Allah dalam beribadah dengan memalingkan keseluruhan atau sebagiannya kepada selain Allah. Dan ini merupakan kezhaliman yang paling zhalim. Allah berfirman :

“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang paling besar.” (QS. Luqman : 13)

2. Kezhaliman hamba kepada sesama hamba atau makhluk lainnya.

Kezhaliman ini dapat berupa gangguan secara fisik, baik terhadap harta dan kehormatan seseorang, merampas hak seorang muslim atau juga gangguan terhadap binatang dan makhluk lainnya tanpa alasan yang dibenarkan. Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda :

“Barangsiapa yang mengambil hak seorang muslim dengan sumpahnya, maka Allah memastikan baginya Neraka, dan mengharamkan baginya Surga.” Seseorang bertanya, ‘Meskipun hanya sepele wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Meskipun hanya sekerat batang siwak’.” (HR. Muslim no. 137)

3. Kezhaliman hamba kepada dirinya sendiri.

kezhaliman ini dapat berupa menyakiti, merusak dan menjatuhkan dirinya kedalam perbuatan dosa dan kejahatan atau kemaksiatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman :

“Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. Al Baqarah : 57)

Para pelaku dosa dan kezhaliman pada hakikatnya hanya menganiaya dirinya sendiri, karena menjerumuskan dirinya kepada akibat-akibat yang buruk dan kegelapan, sehingga pelakunya menjadi orang yang dilaknat Allah dan jauh dari rahmat-Nya.

Allahul musta’an.

Referens : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *