Dimanakah Sebaiknya Shalat Jenazah Dilaksanakan
DASAR ISLAM, KEMATIAN DAN JENAZAH

Dimanakah Sebaiknya Shalat Jenazah Dilaksanakan?

Alomuslim.com – Kebanyakan umat Islam melaksanakan shalat jenazah di dalam masjid, apakah demikian yang ditetapkan oleh syariat? Dalam hal ini para ulama terbagi menjadi tiga pendapat, yaitu :

1. Hukumnya Makruh

Demikian pendapat dari kalangan madzhab Hanafi dan Maliki, sedangkan dasar mereka adalah beberapa riwayat hadits yang disampaikan oleh para sahabat ketika Nabi shallallahu alaihi was sallam melakukan shalat jenazah disatu tempat khusus di sebelah masjid Nabawi.

Dan mereka juga menyandarkan pendapatnya pada hadits dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda :

“Barangsiapa melakukan shalat jenazah di dalam masjid, maka tidak mendapat apa-apa.” (shahih. HR Abu Dawud no. 3191, Ibnu Majah no. 1517, Ahmad 2/444, 455)

2. Hukumnya Mubah

Pendapat ini adalah pendapat madzhab Hanbali, mereka mendasarkan pendapatnya pada hadits Aisyah radhiallahu anha bahwa ia berkata, “Tidaklah Rasulullah menshalati jenazah Suhail bin Baidha’ kecuali di dalam masjid.” (HR. Muslim no. 973)

3. Hukumnya Sunnah, Jika Tidak Mengotori Masjid

Demikian pendapat dari madzhab Syafi’i, hal ini berdasarkan pada hadits Aisyah di atas, dan juga karena melaksanakan shalat di dalam masjid itu merupakan hal yang mulia.

Adapun pada masa Rasulullah shallallahu alaihi was sallam masih hidup, beliau biasa melakukan shalat jenazah di mushalla (sebuah tanah lapang). Mushalla merupakan sebuah tempat dengan tanah lapang di dekat masjid Nabawi, bukan dalam pengertian masyarakat muslim di Indonesia, bahwa mushalla adalah tempat khusus shalat yang ukurannya lebih kecil dari masjid dan berlaku hukum-hukum masjid atasnya.

Nabi shallallahu alaihi was sallam lebih banyak melakukan shalat jenazah di mushalla. Sebagaimana beberapa riwayat berikut :

  • Dari Abu Habib, bahwa mushalla untuk melakukan shalat jenazah yang ada di Madinah berdampingan edngan masjid Nabawi dari arah timur.
  • Hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu, tentang shalat Nabi terhadap An-Najasyi, ia berkata, “Sesungguhnya Nabi menyuruh para sahabat berbaris di mushalla, kemudian beliau bertakbir empat takbir.” (HR. Bukhari no. 328, Muslim no. 952)
  • Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhu, “Ada seorang Yahudi datang menemui Nabi dengan mengajukan dua orang laki-laki dan perempuan yang berzina, maka Nabi memerintahkan agar kedua orang itu di rajam di tempat shalat jenazah di samping masjid Nabawi.” (HR. Muslim)

Berdasarkan beberapa hadits di atas dan juga pendapat para ulama dari kalangan madzhab, maka shalat jenazah lebih baik dikerjakan di lokasi tanah lapang, tidak di dalam masjid, karena Nabi shallallahu alaihi was sallam banyak menshalati jenazah shabat di mushalla. Ataupun kalau memang harus dilakukan di masjid, yang demikian tidaklah mengapa selama tidak mengotori masjid dan tetap mejaga hak-hak masjid, kaerna yang demikian ini juga pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi was sallam. 

Wallahu a’lam. 

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *