7 Faktor Yang Menyebabkan Doa Tidak Terkabulkan – Alomuslim

7 Faktor Yang Menyebabkan Doa Tidak Terkabulkan

doa tidak terkabulkan

7 Faktor Yang Menyebabkan Doa Tidak Terkabulkan – Merupakan suatu hal yang sangat manusiawi, apabila seseorang sedang mengalami kesulitan ataupun kesusahan karena permasalahan hidup, dia akan mencari tempat untuk mengadukan permasalahan hidupnya. Seorang muslim memiliki keyakinan, bahwa apapun kesulitan yang dialami, tempat bermunajatnya adalah Allah ﷻ.

Namun terkadang, sebuah keyakinan bisa hilang, tatkala usaha yang telah dilakukannya tidak membuahkan hasil. Demikian halnya dengan berdoa, banyak diantara umat muslim yang merasa cepat putus asa karena doanya tidak dikabulkan Allah ﷻ, sehingga memutuskan berhenti untuk berdoa dan mencari penolong selain Allah. Hendaknya kita mesti melakukan instrospeksi terhadap diri, apakah yang menjadi sebab doa kita tidak kunjung di kabulkan oleh Allah ﷻ?

Baca Juga : Kenapa Doa Tak Kunjung Di Kabulkan ?

Faktor Yang Menyebabkan Doa Tidak Terkabulkan

Ada beberapa faktor yang harus menjadi perhatian bagi seorang muslim ketika hendak bermunajat kepada Allah, agar doanya dapat dikabulkan. Berikut adalah beberapa faktor yang harus di jauhi pada saat berdoa.

1. Mengkonsumsi Barang Haram, Atau Memakai Pakaian Dan Sesuatu Dari Hasil Yang Haram

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Nabi ﷺ menceritakan :

“Tentang seorang laki-laki berambut kusut dan berdebu setelah melakukan perjalanan jauh, lantas dia menengadahkan dua tangannya ke arah langit, seraya berdoa, ‘Wahai Rabb… Wahai Rabb…’ sedangkan makanan dan minuman yang biasa dikonsumsinya haram, juga pakaiannya dari yang haram ; bahkan dia dicukupi dari rezeki yang haram, maka bagaimana mungkin doa laki-laki ini akan dikabulkan?(HR. Muslim II/703 no. 1015)

2. Meminta Supaya Doa Yang Dipanjatkan Cepat Terkabul

Rasulullah ﷺ bersabda :

Dikabulkannya doa seseorang dari kalian selama tidak terburu-buru, dia mengatakan : ‘Aku sudah berdoa, dan doaku belum juga dikabulkan.’” (HR. Bukhari no. 6340 dan Muslim no. 2735)

3. Berbuat Maksiat Dan Melakukan Apa Yang Diharamkan Allah

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu anhu secara marfu’ :

“Tiga orang yang jika berdoa maka doanya tidak dikabulkan ; (1) Suami yang memiliki istri berakhlak buruk namun tidak menceraikannya, (2) orang yang memiliki harta (piutang) atas orang lain lalu ia tidak mendatangkan saksi kepadanya (sehingga orang itu mengingkari utangnya). (3) Orang yang memberikan hartanya kepada orang yang belum sempurna akalnya.

Allah berfirman (yang artinya) ; ‘Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang berada dalam kekuasaan)mu…’ (QS. An Nisa’ : 5).” (HR. al-Hakim II/302)

Dosa maksiat dalam atsar diatas adalah karena melanggar perintah Allah dengan memberikan harta kepada seseorang yang belum sempurna akalnya.

4. Meninggalkan Kewajiban Yang Telah Allah Perintahkan

Dari Hudzaifah radhiallahu anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda :

“Demi Allah yang jiwaku ini berada ditangan-Nya, hendaklah kalian menyuruh kepada sesuatu yang makruf dan mencegah dari yang munkar ; atau Allah menurunkan siksa kepada kalian, hingga kalian berdoa kepada-Nya tetapi tidak dikabulkan.” (HR. at-Tirmidzi no. 2169, Ahmad V/388)

Salah satu kewajiban seorang hamba adalah amar makruf dan nahi munkar. Apabila kedua amal tersebut tidak dilaksanakan, maka doa seorang hamba tidak akan dikabulkan Allah ﷻ.

5. Berdoa Untuk Suatu Urusan Yang Berisi Perbuatan Dosa

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda :

“Doa seorang hamba senantiasa dikabulkan selama dia tidak berdoa untuk melakukan dosa atau dimaksudkan untuk memutuskan hubungan silaturahim, dan selama orang itu tidak isti’jal (meminta dengan tergesa-gesa).” Lantas salah seorang yang hadir ketika itu bertanya : ‘Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan isti’jal?’ Beliau menjawab : “Jika seorang berkata : ‘Aku sudah berdoa, memohon kepada-Nya, dan Allah belum juga mengabulkan doaku.’ Lantas dia bosan atau berputus asa, hingga meninggalkan doa tersebut.” (HR. Muslim no. 2735)

6. Tidak Bersungguh-Sungguh Ketika Berdoa

Rasulullah ﷺ bersabda : “Jika seseorang dari kalian berdoa, janganlah mengucapkan : ‘Ya Allah, ampunilah dosaku jika Engkau menghendaki, sayangilah aku jika Engkau menghendaki, serta berikanlah aku rezeki jika Engaku menghendaki.’ melainkan dia harus bersungguh-sungguh di dalam berdoa. Sesungguhnya Allah berbuat menurut apa yang Dia kehendaki, dan tidak ada sesuatu yang mampu memaksa-Nya.” (HR. Bukhari no. 6339, 7477)

7. Lalai Dan Dikuasai Hawa Nafsu

Rasulullah ﷺ bersabda : “Berdoalah kalian kepada Allah dengan keyakinan akan terkabul, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah.(HR. at-Tirmidzi no. 3479, al-Hakim I/493)

Berdoa merupakan salah satu ibadah yang mulia, agar doa bisa segera terkabul maka kita harus memperhatikan dan menjaga apa yang diwajibkan Allah dan Rasul-Nya, serta menjauhkan diri dari apa yang dilarang. Semoga Allah senantiasa mengabulkan doa-doa kaum muslimin. Allahumma aamiin.

Referensi : Doa & Wirid, Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Pustaka Imam Asy-Syafi’i : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *