Dosa Besar Karena Meratapi Mayit

dosa besar karena meratapi mayit

Dosa Besar Karena Meratapi Mayit – Bila kita menyaksikan apa yang terjadi atas umat muslim sekarang ini, sungguh ironi, sebagian besar mereka melakukan sebuah perilaku yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang muslim ketika mendapati kematian atas orang-orang yang dicintainya. Mereka menangis, meratapi kepergiannya hingga berteriak-teriak seakan beban yang sangat berat dan teramat sulit untuk dilepaskan.

Sebagai manusia biasa, mungkin kita merasa bahwa hal itu sangat wajar terjadi, karena siapa yang tidak sedih ketika melihat orang yang disayanginya harus pergi dan tidak akan pernah kembali lagi?

Tetapi Allah ﷻ telah memberi sebuah peringatan dalam kitabNya yang mulia,:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah : 155)

Baca Juga : Perbanyaklah Mengingat Kematian

As-Syaikh As-Sa’di rahimahullahu, seorang ulama ahli tafsir, menjelaskan mengenai ayat tersebut, beliau berkata :

“(Dan Jiwa) yaitu dengan perginya orang-orang yang dicintai, baik anak-anak, kerabat, maupun sahabat.”

Kematian adalah ketetapan yang sudah ditentukan oleh Allah sebagai takdir yang tidak bisa diubah oleh siapapun, tidak akan ada yang bisa menolak ataupun menghindarinya, sebagaimana firman Allah dalam kitab-Nya :

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati..” (QS. Ali Imran : 185)

Dalam surat yang lain, Allah ﷻ juga berfirman :

“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’ : 78)

Bolehkah Kita Meratapi Mayit Orang Yang Kita Sayangi ?

Rasulullah ﷺ bersabda :

“Dua hal jika ada pada manusia maka akan menyebabkan kekufuran, yaitu : menghina nasab dan meratapi mayit.” (HR. Muslim No. 67)

Jelas syariat islam melarang bagi seorang muslim untuk meratapi mayit, berdasarkan keterangan hadits diatas, bahkan perbuatan tersebut bisa menyebabkan pelakunya terjebak kedalam kekufuran. Dalam riwayat lain Rasulullah ﷺ memberikan ancaman lebih tegas lagi bagi orang-orang yang meratapi mayit, di akhirat kelak, :

“Orang yang meratapi (mayit) apabila tidak bertaubat (sebelum meninggal), niscaya kelak pada hari kiamat (akan dibangkitkan) dengan dipakaikan baju besi yang berkarat dan baju panjang (yang terbuat dari) aspal.” (HR. Muslim No. 934)

Islam tidak melarang seseorang bersedih ketika mendapati orang yang disayanginya meninggal, karena Rasulullah ﷺ semasa hidup beliau juga pernah meneteskan air mata, ketika kehilangan putra beliau yang amat disayanginya, Ibrahim. Karena kesedihan merupakan rahmah, akan tetapi kesedihan Rasulullah ﷺ atas kepergian putranya tidak sampai menyebabkan menangis berlebihan, meratap bahkan berteriak hingga keluar ucapan yang tidak di ridhoi oleh Allah, sebagaimana yang terjadi pada umat muslim sekarang ini.

Wahai umat muslim bertaubatlah dari perbuatan meratapi mayit, bersabarlah atas segala apa-apa yang menimpamu, sungguh itu merupakan sebuah ujian keimanan atas dirimu. Sungguh Allah pasti akan memberimu ganti dengan yang lebih baik.

Referensi : 76 Dosa Besar, Al Imam, al-Hafizh adz-Dzahabi (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *