dzikir yangringan di lisan namun berat dalam timbangan
DASAR ISLAM, DOA DAN DZIKIR

Dzikir Yang Ringan Di Lisan Namun Berat Dalam Timbangan

Dzikir Yang Ringan Di Lisan Namun Berat Dalam Timbangan – Dzikir merupakan ibadah yang paling mudah namun paling agung dan utama disisi Allah. Adakah yang menyangkal bahwa gerakan lidah merupakan gerakan anggota badan paling ringan dan paling mudah dilakukan oleh umat manusia?

Dzikir menyibukkan lisan supaya tidak melakukan ghibah, adu domba, berdusta dan berkata kekejian maupun kebathilan. Selayaknya bagi seorang hamba ketika berbicara hanya mengucapkan perkataan yang baik. Seorang yang membiasakan lidahnya untuk berdzikir, maka ia akan lebih terjaga dan lebih selamat dari kebathilan sekaligus ucapan yang sia-sia.

Allah telah mengabarkan mengenai imbalan bagi orang yang banyak berdzikir, dalam firmanNya :

وَٱلۡحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمۡ وَٱلۡحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمٗا ٣٥

“Laki-laki dan perempuan muslim yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah meyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab : 35)

Diantara banyaknya lafadz dzikir yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ, ada satu kalimat dzikir yang jika diucapkan ringan di lisan namun berat dalam timbangan dan dicintai oleh Allah ﷻ, yaitu :

“Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil ‘adzhiim (Maha Suci Allah, aku memujiNya, Maha Suci Allah yang Maha Agung).”  (HR. Bukhari No. 6404, Muslim No. 2694)

Wallahu ‘alam

Referensi : Do’a & Wirid, Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Pustaka Imam Asy Syafi’i : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *