Hakikat Dunia Bagi Orang Beriman
DASAR ISLAM, KEIMANAN

Hakikat Dunia Bagi Orang Beriman Dan Orang Kafir

Alomuslim.com – Dunia diasosiasikan sebagai penjara dalam sudut pandang seseorang yang beriman dan bagai surga bagi orang-orang yang kafir terhadap agama Allah. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, yang meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda ;

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392)

Imam Nawawi rahimahullahu dalam Syarh Shahih Muslim menerangkan makna hadits tersebut, ia bekata “Orang beriman terpenjara di dunia karena mesti menahan diri dari berbagai syahwat yang diharamkan dan dimakruhkan. Orang beriman juga diperintah untuk melakukan ketaatan. Ketika ia mati, barulah ia rehat dari hal itu. Kemudian ia akan memperoleh apa yang telah Allah janjikan dengan kenikmatan dunia yang kekal, mendapati peristirahatan yang jauh dari sifat kurang. Adapun orang kafir, dunia yang ia peroleh sedikit atau pun banyak, ketika ia meninggal dunia, ia akan mendapatkan azab (siksa) yang kekal abadi.”

Bagi orang beriman, kehidupan di dunia ini seperti penjara. Setiap perbuatan orang beriman senantiasa dibatasi oleh hukum syariat yang mengekang kebebasan untuk memperturutkan segala hawa nafsunya. Makan, minum, berpakaian, tidur, berbicara, dan banyak lainnya telah ditetapkan halal dan haramnya, ia dipaksa untuk taat dan tidak boleh menolaknya.

Namun, segala pengekang tersebut menjadi tidak bernilai jika dibandingkan dengan nikmat yang telah Allah janjikan di akhirat kelak, apabila ia bisa taat dan bersabar. Ia akan mendapatkan kenikmatan yang kekal yang tidak pernah dibayangkan sama sekali. Maka bagi orang beriman, dunia tidaklah menjadi tujuannya, sebagaimana seseorang yang normal tidak pernah menjadikan penjara sebagai tujuannya.

Sementara bagi orang-orang kafir, kehidupan di dunia ini seperti surga. Mereka bebas untuk makan dan minum apa pun tanpa memperdulikan halal atau haram, bebas memakai pakaian model apa pun bahkan bertelanjang sekalipun, dan juga mereka bebas untuk berbicara dengan kata-kata kasar dan menyakiti orang lain serta melakukan berbagai kemaksiatan lainnya. Mereka bebas melakukan itu semua karena telah lepas darinya ikatan hukum syariat yang mengekangnya.

Maka yang demikian itu bagai kenikmatan surga bagi orang-orang kafir, mengingat balasan dan adzab yang telah Allah siapkan untuk mereka di akhirat kelak. Karena di akhirat kelak mereka tidak akan mendapatkan satu bagian kecil pun dari kenikmatan, melainkan hanya adzab dan siksa yang pedih atas diri mereka. Karena sebab itulah mereka menjadikan dunia sebagai tujuannya dan mereka sangat takut kehilangannya serta enggan meninggalkannya.

Itulah hakikatnya dunia bagi orang yang beriman dan kafir. Sungguh segala yang mengantarkan seseorang ke Surga itu penuh dengan ujian, kesulitan dan perjuangan keras, sementara segala yang mengantarkan seseorang ke Neraka itu dipenuhi dengan kesenangan dan kenikmatan yang melalaikan. Ingatlah baik-baik pesan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berikut ini :

“Sesungguhnya dunia akan ditinggalkan di belakang. Sedangan akhirat begitu dekat dijumpai di depan. Dunia dan akhirat masing-masing memiliki budak. Jadilah budak akhirat, janganlah menjadi budak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari untuk beramal, tidak ada hisab (perhitungan). Sedangkan besok (di akhirat) adalah hari hisab (perhitungan), tidak ada lagi amalan.” (Disebutkan oleh Imam Ahmad dalam Az-Zuhud, Ibnu Abi Ad-Dunya dalam Qashr Al-Aml, Al-Baihaqi dalam Az-Zuhud, Ibnu Rajab dalam Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 378)

Wallahu waliyyut taufiq. 

Referensi :

  • Dunia Itu Penjara Bagi Orang Mukmin, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. (Rumaysho)
  • Kisah Ibnu Hajar Dan Orang Yahudi Mengenai Dunia Adalah Penjara Bagi Orang Mukmin, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. (Rumaysho)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *