Hakikat Musibah Dan Bencana Bagi Seorang Muslim

Hakikat Musibah

Alomuslim.com – Musibah adalah segala yang menimpa seorang yang beriman berupa kebaikan atau keburukan sebagai ujian atau cobaan dalam meningkatkan keimanan dan menghapuskan dosa serta mengangkat derajatnya disisi Allah. Musibah ini pasti datang kepada setiap muslim dan tidak akan ada seorangpun yang mampu menghindarinya.

Seseorang akan diuji dengan berat atau ringannya musibah berdasarkan keimanannya. Para Nabi dan Rasul juga diuji dengan musibah, bahkan musibah yang menimpa para Nabi dan Rasul jauh lebih berat dari yang menimpa manusia pada umumnya. Oleh sebab itu, kedudukan Nabi dan Rasul tidak akan mampu ditandingi oleh manusia di akhirat kelak.

Musibah yang menimpa seorang muslim bisa berupa keburukan, seperti kebangkrutan dalam usahanya, sakit yang tidak sembuh-sembuh atau bisa berupa sesuatu yang ringan seperti tersandung ketika berjalan, kehilangan uang, duri yang menusuk kaki dan yang semisalnya. Yang bahaya dan terkadang tidak disadari sebagai sebuah musibah adalah ketika seseorang diuji dengan kebaikan. Misalnya, harta yang melimpah, selalu diberikan kesehatan, keluarga yang bahagia, pasangan yang rupawan dan anak yang menyenangkan atau yang lainnya. Hakikatnya kebaikan itu adalah musibah yang dapat menyebabkan seseorang lalai dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Sementara bencana adalah kejadian besar dan berat yang menimpa manusia secara merata dan biasanya disebabkan oleh perbuatan dosa yang dilakukan oleh orang-orang di tempat terjadinya bencana. Bencana yang terjadi tidak pernah membeda-bedakan antara orang yang beriman dengan yang kafir. Bagi orang kafir, hakikat bencana adalah sebuah adzab, yakni sebuah hukuman yang Allah turunkan atas hamba-Nya karena berbuat kerusakan di muka bumi.

Hakikat bencana bagi seorang muslim adalah teguran keras karena telah mengabaikan peringatan Allah berupa musibah yang tidak pernah membuatnya kembali taat kepada Allah, hingga akhirnya Allah timpakan bencana atas dirinya. Apabila ia kembali taat kepada Allah, maka hal inilah yang diharapkan yang akan menghapuskan dosa dan mengangkat derajatnya disisi Allah. Tetapi apabila bencana tersebut sampai merenggut nyawanya, maka ia akan dibangkitkan sesuai dengan keimanannya.

Wallahu a’lam. 

Referensi : Perbedaan Musibah Dengan Bencana, video pendek Dr. Khalid Basalamah, MA (Golongan Kanan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *