Haram Menceritakan Rahasia Hubungan Intim Suami Istri
DASAR ISLAM, KELUARGA

Haram Menceritakan Rahasia Hubungan Intim Suami Istri

Alomuslim.com – Ada sebagian diantara kaum muslimin, baik laki-laki maupun wanita, yang tanpa malu menceritakan hubungan intimnya dengan pasangannya. Terkadang, mereka menceritakan hal ini ketika sedang berkumpul dengan teman-temannya sebagai bahan candaan maupun curahan isi hati mereka.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah memperingati umatnya mengenai hal itu. Beliau bersabda :

“Sesungguhnya manusia terburuk di sisi Allah pada hari Kiamat ialah laki-laki yang bersetubuh dengan istrinya, atau istri bersetubuh dengan suaminya, kemudian ia menyebarkan rahasianya.” (HR. Muslim 1437, Abu Dawud 4870)

Sementara dalam hadits Asma’ binti Yazid radhiyallahu ‘anha, bahwa ia berada di sisi Nabi shallallahu alaihi wa sallam, sementara kaum laki-laki dan wanita duduk di dekatnya, maka beliau mengatakan :

“Mungkin ada seorang laki-laki yang menceritakan apa yang dilakukannya dengan istrinya, dan mungkin ada seorang wanita yang menceritakan apa yang dilakukannya dengan suaminya?” Merekapun diam, maka aku katakana, ‘Ya, wahai Rasulullah, sungguh kaum wanita mengatakannya dan kaum laki-laki melakukannya juga.’ Beliau mengatakan, ‘Jangan melakukannya. Sesungguhnya itu seperti setan laki-laki bertemu dengan setan wanita di jalan, lalu ia menyetubuhinya dan orang-orang melihatnya.” (shahih. HR. Ahmad)

Kedua hadits tersebut menjelaskan tentang haramnya perbuatan menceritakan rahasia hubungan intim suami istri, bahkan ia termasuk perbuatan yang sangat buruk. Sangat disayangkan, perbuatan menyebarkan rahasia hubungan intim suami istri telah menjadi fenomena yang merata diantara kaum muslimin.

Salah satu akibat buruk yang terjadi dari perbuatan ini adalah munculnya sikap kecewa dari seorang istri kepada suaminya karena tidak sekuat suami temannya, atau kecewanya seorang suami kepada istrinya karena tidak dapat memuaskannya dalam hubungan intim seperti yang dilakukan istri temannya. Kemudian apabila hal demikian sudah terjadi, perceraian hanyalah tinggal menunggu waktu saja.

Tetapi, jika menceritakan rahaisa hubungan intim suami istri memang diperlukan dan membawa manfaat, misalkan berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi permasalahan terkait pasangannya, maka yang seperti ini dibolehkan menurut pendapat ulama. Wallahu a’lam.

Referensi : Mahkota Pengantin, Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri (Pustaka at-Tazkia : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *