Jangan Jadi Peminta-minta Di Hari Raya Idul Fitri

hari raya idul fitri

Jangan Jadi Peminta-minta Di Hari Raya Idul Fitri – Islam merupakan agama yang mulia, yang mengajarkan kemuliaan pada umatnya serta agar mereka memiliki kehormatan dan harga diri di mata manusia. Salah satu kemuliaan dalam ajaran Islam adalah perintah untuk mau memberi dan berbagi serta mau mendahulukan orang lain atas dirinya, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman :

[su_quote]“Dan mereka mengutamakan (orang lain) atas diri mereka sendiri meskipun mereka juga memerlukan.” (QS. Al Hasyr : 9)[/su_quote]

Baca Juga : Tata Cara Shalat Idul Fitri

Umat islam merupakan orang-orang yang memiliki harga diri yang tinggi dan tidak merendahkan dirinya dihadapan manusia, kecuali hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Umat islam merupakan orang-orang yang tidak tunduk pada hawa nafsu dan harta dunia, mereka tidak menjadi budak serta diperbudak oleh keduanya.

Mereka yakin dengan janji Tuhan mereka, yang Maha Kaya, Maha Pemurah, Allah azza wa jalla, bahwa setiap harta yang mereka miliki merupakan berasal dari pemberian Allah dan mereka tidak takut akan jatuh miskin karena bersedekah dengannya,


“Dan tidak ada satupun makhluk begerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rizkinya.”
(QS. Hud : 6)

Allah  juga berfirman :

“Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, diantara keduanya secara wajar.” (QS. Al Furqan : 67)

Kemerosotan akhlak umat muslim terjadi ketika mereka sudah menjadi budak dari harta, karenanya meminta-mintapun mereka rela melakukannya. Fenomena tersebut bisa kita saksikan, khususnya pada saat hari raya idul fitri. Kebiasaan yang sudah turun-temurun diwariskan oleh orang tua kita, yang dikenal dengan “salam tempel”,

yakni membagi-bagikan uang kepada anak-anak, tentu hal tersebut termasuk kebaikan kalau dilakukan dengan maksud bersedekah. Tetapi yang dimaksudkan disini adalah sikap para orangtua yang seakan-akan mengajarkan kepada anak-anaknya untuk “meminta” kepada kakek, nenek, paman, bibi, om dan tante atau siapapun.

Terkadang dengan ucapan yang seperti, “mana nih tante THR buat keponakannya?”  atau, “salim sana sama om, nanti biar kasih uang.” dan yang semakna dengannya. Para orangtua memberikan arahan kepada anak-anaknya untuk melakukan hal demikian.

Mungkin para orangtua tersebut tidak sadar bahwa secara tidak langsung telah mengajari anak-anak mereka untuk meminta-minta, dan bahayanya kebiasaan tersebut terus berulang pada setiap hari raya idul fitri di tahun-tahun berikutnya. Rasulullah  telah memperingati dengan ancaman yang sangat keras atas perilaku meminta-minta tersebut, beliau bersabda :

“Barangsiapa meminta kepada orang-orang untuk memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya dia sedang meminta bara api, maka silahkan dia menyedikitkan atau memperbanyak.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah  juga bersabda :

“Tidak henti-hentinya salah seorang di antara kalian meminta-minta sehingga nanti dia akan bertemu Allah Ta’ala dalam keadaan tidak ada sepotong dagingpun di wajahnya.” (HR. Bukhari, Muslim)

Berhati-hatilah wahai para oragtua dalam mendidik anak-anak anda, jangan ajarkan mereka menjadi peminta-minta, ajarkan kepada mereka untuk memberi. Sungguh kemuliaan islam dan umatnya dibangun dengan banyak memberi bukan dengan banyak meminta kepada manusia.

Referensi : Riyadhus Shalihin, Imam An Nawawi (Darul Haq : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *