Larangan Berpuasa Pada Hari Tasyriq

Alomuslim.com – Hari tasyriq adalah tiga hari setelah hari raya Iedul Adha, yakni hari kedua, ketiga dan keempat atau dalam hitungan kalender Hijriyah, tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Hari tasyriq merupakan hari terlarang untuk melaksanakan puasa, terlebih lagi dengan mengkhususkan puasa pada hari tersebut.

Pelarangan berpuasa pada hari tasyriq pernah disampaikan dengan sangat jelas dan secara khusus oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, sehingga para sahabat dan ulama tidak berselisih mengenai hal itu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Hari-hari Tasyriq adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141)

[irp posts=”2248″ name=”Inilah Ancaman Meninggalkan Ibadah Haji”]

Akan tetapi, larangan tersebut diberikan pengecualian kepada jamaah haji yang tidak memiliki hewan kurban, agar mereka melaksanakan puasa pada hari itu. Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah dan Ibnu Ummar radhiallahu anhumma, keduanya berkata :

“Tidak diperbolehkan berpuasa pada hari tasyriq, kecuali bagi (jamaah haji) yang tidak memiliki hewan kurban.” HR. Bukhari no. 1997, 1998)

Sekali lagi, pengecualian ini hanya berlaku bagi jamaah haji saja, tidak pada umat muslim lainnya yang tidak menunaikan haji atau jamaah haji yang memiliki hewan kurban. Sehingga tidak ada alas an bagi umat muslim yang beralasan tidak mengetahui hal tersebut.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Comment