Haruskah Percaya Pada Karomah Para Wali ?
DASAR ISLAM, KEIMANAN

Haruskah Percaya Pada Karomah Para Wali ?

Alomuslim.com Karomah adalah apa yang Allah Subahanahu wa Ta’ala karuniakan melalui tangan para wali-Nya yang mukmin berupa keluarbiasaan, seperti ilmu, kekuasaan dan lainnya. Misalnya dalam kisah Maryam binti Imran, Ibunda Nabi Isa Alaihissallam, seperti yang diterangkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

“Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakariya. Setiap kali Zakariya masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan disisinya. Dia berkata ; ‘Wahai Maryam! Darimana ini engkau peroleh?’ Dia (Maryam) menjawab ; ‘Itu dari Allah.’ Sesungguhnya Allah memberi rizki kepada siapa yan Dia kehendaki tanpa perhitungan.” (QS. Ali Imran : 37)

Para ulama menetapkan hal ini sebagai prinsip dalam akidah, dengan membernarkan (mempercayai) karomah para wali dan apa yang Allah Subahanahu wa Ta’ala tunjukkan kepada merekadari hal-hal yang luar biasa. Dan ini sesuai dengan ketentuan Al Qur’an dan Sunnah Nabi yang shahih.

Perbedaan Mukjizat dan Karomah

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullahu, seorang ulama besar abad ini, menjelaskan yang dimaksud Mukjizat merupakan karunia yang Allah Azza wa Jalla berikan hanya kepada para Rasul dan Nabi, dan disifati dengan sesuatu yang sangat luar biasa.

Diantaranya, peristiwa terbelahnya laut Merah ketika Nabi Musa hendak menyeberanginya, tidak terbakarnya sedikitpun tubuh Nabi Ibrahim ketika dilempar kedalam api yang sangat besar, turunnya Al Qur’an sebagai sebesar-besarnya mukjizat dan banyak lainnya.

Sementara Karomah dikhususkan hanya kepada para Wali Allah, yakni orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah. Wali Allah merupakan orang mukmin yang paling taat kepada Allah, melaksanakan perintah Allah dan menjauhkan larangan-Nya, berpegang teguh dengan sunnah Nabi shallallahu alaihi was sallam.

Maka ketika ada seseorang yang tidak memiliki keimanan atau derajat ketaqwaan yang tinggi kepada Allah, tetapi ia memiliki keistimewaan yang luar biasa, seperti misalnya, mampu menggandakan uang, mengetahui berita ghaib dan yang semisalnya. Maka orang yang seperti itu wajib ditinggalkan, karena sesungguhnya ia adalah seorang wali setan. Dan keistimewaannya bukanlah berasal dari Allah, tetapi dari setan dan tidak pantas disebut sebagai karomah

Wallahu a’lam.

Referensi : Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Pustaka Imam Asy Syafi’i : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *