Hilangnya Ilmu Agama Di Akhir Zaman

hilangnya ilmu agama

Alomuslim.com – Alangkah beruntungnya umat Islam, apabila mereka masih mau mempelajari segala hal tentang ilmu agamanya. Karena dalam agama Islam, banyak ilmu yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasul yang Mulia, shallallahu alaihi wa sallam. Beliau mengajarkan ilmu sebagai panduan dan pedoman dalam beramal ibadah yang akan menyelamatkan semua manusia di dunia dan akhirat.

Beliau juga telah mengabarkan informasi mengenai tanda-tanda akhir zaman, yang menjadi peringatan bagi umat manusia agar selalu mendekatkan diri kepada Allah Rabbul ‘Alamin. Diantara pertanda yang pernah Nabi peringatkan mengenai tanda-tanda akhir zaman dan semakin dekatnya hari Kiamat adalah diangkatnya ilmu dari tengah-tengah umat manusia. Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :

“Hari kiamat tidak akan datang sampai ilmu dicabut…” (HR. Bukhari no. 1039, Muslim no. 157)

Kemungkinan yang dimaksudkan dalam hadits tersebut, seperti apa yang terjadi pada masa sekarang ini atau bahkan sudah terjadi mulai dari beberapa dasawarsa yang lalu. Ketika semakin langkanya para ulama, yang memiliki ilmu dan ibadah yang hanya diabdikan kepada Allah semata, inilah pertanda diangkatnya ilmu.

Pada hari ini bisa disaksikan, banyak orang-orang yang hanya mengetahui sedikit tentang ilmu tetapi kemudian mengaku dirinya sebagai seorang ulama. Sebenarnya sedikit sekali diantara mereka yang membuktikan dirinya memang layak dianggap sebagai ulama, yang mengemban misi keilmuannya hanya untuk mencari ridha Allah dan tujuan akhirat saja.

Ulama-ulama seperti itu hanya bisa berceramah dan menyampaikan apa yang pernah dibacanya kepada orang-orang. Dirinya tidak dapat dijadikan sebagai panutan dalam bermuamalah. Hal ini juga menjadi salah satu indikasi diangkatnya ilmu, yakni ketika seseorang yang menyampaikan sebuah ilmu agama,

tetapi baik yang menyampaikan maupun yang mendengarkan, keduanya sama-sama tidak menerapkannya dalam kehidupan nyata. Hal inilah yang pernah Rasulullah  peringatkan kepada umatnya, bahwa umat islam suatu saat tidak lagi menerapkan Al Qur’an dalam kehidupanya sebagaimana kaum Yahudi dan Nasrani, yang juga tidak menerapkan Taurat dan Injil.

Dan juga diantara tanda diangkatnya ilmu adalah semakin tidak khusyuknya orang-orang yang beribadah di masjid. Menurut salah seorang sahabat, Ubadah bin Shamit radhiallahu anhu, setelah ia mendengar sabda Rasulullah terkait perihal diangkatnya ilmu, yang driwayatkan oleh Abu Darda’ radhiallahu ‘anhu, ia berkata:

“Ilmu yang pertama kali dicabut dari manusia adalah khusyuk, hingga pada saatnya nanti hampir saja engkau tidak akan menjumpai seorangpun di dalam masjid dalam keadaan khusyuk.” (Hasan. HR.At Tirmidzi no. 2791, Al hakim no. 337, dan yang lainnya)

Bagaimana Cara Ilmu Dihilangkan?

Dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu anhu, Rasulullah  bersabda :

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari hamba-Nya, tetapi Dia mencabut ilmu tersebut dengan diwafatkannya para ulama. Sehingga tidak ada satu ulama pun yang tersisa. Pada saat itulah manusia mengangkat pemimpin dari mereka yang bodoh. Dan pada saat itu pimpinan yang bodoh tersebut ditanyai, maka para pemimpin tersebut memberikan fatwa tanpa berdasarkan ilmu, sehingga mereka tersesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari no. 110, Muslim no. 2673)

Pada dasarnya ilmu merupakan sesuatu yang diwariskan dari generasi ke generasi. Namun apabila generasi berikutnya yang hendak diwariskan ilmu bermalas-malasan dalam mencari dan menempuh resiko untuk menuntut ilmu, maka ilmu hanya akan dimiliki oleh beberapa orang saja yang memang mau mencarinya. Ketika satu generasi yang mewariskan ilmu wafat, maka kondisi generasi-generasi berikutnya akan semakin sedikit ulamanya. Apabila hal ini berlangsung terus menerus, maka akan habislah orang yang mewarisinya.

Dengan cara diwafatkannya para ulama seperti ini, berarti terangkatlah semua ilmu yang ada pada dirinya, maka suatu zaman setelahnya akan mengalami ke kosongan ilmu. Para penuntut ilmu akan semakin kesulitan menemukan seorang ulama pakar. Sehingga mereka akan mengambil ilmu dari orang-orang bodoh yang mengaku sebagai ulama. Dan kemudian setiap perkara akan diputuskan oleh ulama-ulama tersebut tanpa ilmu, sehingga menjadikan orang-orang tersesat lagi menyesatkan.

Ketika ilmu sudah hilang dari tangan para ulama, atau ketika orang-orang sudah mengambil ilmu dari orang yang mengaku sebagai ulama padahal tidak memiliki ilmu dan tidak dapat dipercaya, berarti bencana besar telah menanti. Dan inilah pertanda kiamat sudah dekat. Semoga umat muslim bisa mengambil hikmah dari pertanda ini untuk semakkin mendekatkan diri kepada Allah dan terus menjaga semangat untuk menuntut ilmu dari ulama Rabbani. Wallahu a’lam.

Referensi : Ensiklopedi Akhir Zaman, Dr. Muhammad Ahmad Mubayyadh (Granada Mediatama : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *