Hubungan Antara Doa Dan Takdir

Alomuslim.com – Terkadang sebagian kaum muslimin merasa bingung mengenai perkara ini : jika seseorang meminta sesuatu dengan doanya tetapi ternyata hal itu memang sudah ditakdirkan atas dirinya, niscaya hal tersebut pasti terjadi, baik ia berdoa maupun tidak. Bukankah seperti itu? Jadi untuk apa berdoa?

Bagi sebagian orang, mereka menyangka bahwa pernyataan tersebut adalah sebuah kebenaran. Ketika menyetujui pernyataan tersebut, lantas mereka mulai meninggalkan doa, bahkan mungkin akan menganggapnya tidak berfaedah. Sesungguhnya konsekuensi dari penerapan pemikiran ini hanya akan meniadakan dan menafikan salah satu bentuk atau keberadaan faktor-faktor penyebab dari sebuah kejadian.

Untuk meluruskan penyataan tersebut, dapat dijelaskan kepada mereka sebuah analogi seperti berikut: seandainya memang ditakdirkan untuk seseorang merasa kenyang dan terbebas dari dahaga, tentulah hal itu pasti akan terjadi, baik ia harus makan ataupun tidak. Demikian halnya, jika memang seseorang tidak ditakdirkan untuk merasa kenyang, tentulah ia tidak akan pernah kenyang, baik ia makan ataupun tidak. Bukankah seperti itu? Lalu kenapa harus makan? 

Hal ini menjelaskan bahwa apa yang ditakdirkan terjadi karena adanya sejumlah sebab, diantaranya adalah doa. Tidak mungkin sesuatu ditakdirkan terjadi begitu saja tanpa adanya sebab, ia pasti memiliki keterkaitan dengan sebab. Maka, jika seseorang mengerjakan sebabnya, kemudian terjadilah apa yang ditakdirkan. Begitu pula ketika seseorang tidak mengerjakan sebabnya, maka apa yang ditakdirkan itu tidak akan terjadi. Seperti orang yang ditakdirkan akan merasa kenyang karena makan.

Jika demikian, doa merupakan salah satu faktor penyebab yang paling kuat terjadinya takdir. Apabila yang diminta seseorang dalam doanya ditakdirkan terjadi dengan sebab doa tersebut, maka tidak benar, jika dikatakan doa itu tidak berfaedah. Tidak ada sebab yang lebih bermanfaat selain doa, dan tidak ad acara yang lebih cepat untuk mendapatkan apa yang diinginkan melebihi doa.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“..Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu..” (QS. Al Mu’min : 60)

Referensi : Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’, Ibnu Qayyim al-Jauziyah (Pustaka Imam Asy-Syafi’i : 2016)

Leave a Comment