hukum arisan
DASAR ISLAM, TRANSAKSI KEUANGAN

Hukum Arisan, Halal Atau Haram?

Alomuslim.com – Arisan menjadi bagian yang sulit dipisahkan dalam kehidupan masyarakat. Hakikatnya arisan merupakan salah satu cara yang digunakan masyarakat untuk mengumpulkan uang demi memenuhi kebutuhannya. Selain itu, terkadang arisan juga dijadiskan sarana untuk bersosialisasi dan wadah untuk mempererat hubungan baik keluarga maupun sesama anggota kelompoknya.

Bagaimana Islam memandang arisan, apakah termasuk perkara yang diharamkan atau dibolehkan?

Para ulama, khususnya dari kalangan ulama kontemporer, berbeda pendapat mengenai hukum arisan, yakni :

  • Pertama, Hukumnya haram dan termasuk riba.

    Menurut pendapat kelompok pertama, arisan pada hakikatnya adalah pinjaman atau hutang. Dimana ketika seseorang yang mendapatkan giliran menerima uang yang terkumpul, pada hakikatnya ia sedang menerima pinjaman atau berhutang kepada anggota-anggota yang lainnya. Dan seperti itulah terus sampai semua anggotanya mendapatkan giliran.

    Dalam akad arisan ini terdapat dua transaksi dalam satu akad, yang mana hal itu tidak dibolehkan dalam syariat Islam. Yakni, traksaksi pertama, hutang dari anggota arisan kepada orang yang menerimanya dan transaksi kedua, orang yang sudah menerima arisan diharuskan memberikan hutang kepada anggota lain yang belum mendapatkannya.

  • Kedua, Hukumnya boleh.

    Menurut kelompok kedua, arisan merupakan suatu bentuk bantuan atau saling tolong menolong dan terlebih lagi di dalamnya tidak ada unsur riba, karena tidak adanya penambahan nominal uang yang harus dikembalikan oleh orang yang menerima arisan. Maka akad yang seperti ini di bolehkan, mengingat hal ini juga memberikan manfaat bagi setiap anggota yang sedang membutuhkan uang.

Bagaimana dengan cara undian yang dilakukan untuk menentukan orang yang akan mendapatkan arisan?

Yang demikian juga dibolehkan, karena dilakukan untuk menentukan orang yang paling berhak diantara orang-orang yang berhak. Dalil dalam hal ini sebagaimana kisah Nabi Yunus alaihissallam yang melakukan undian ketika akan dilemparkan ke lautan. Dan juga kisah Nabi Zakaria alaihissallam ketika melakukan undian untuk mendapatkan hak asuh atas Maryam.

Dalam satu riwayat juga disebutkan, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika hendak melakukan safar, beliau melakukan undian untuk menentukan siapa istri beliau yang akan diajak untuk ikut safar. (HR. Bukhari)

Wallahu a’lam.

Referensi :

  • Harta Haram Muamalat Kontemporer, Erwandi Tarmizi, MA (BMI Publishing : 2016)
  • Video Kajian Konsultasi Syariah : Arisan, Ustadz Ammi Nur Baits

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *