Hukum Berhaji Dengan Uang Haram

Hukum Berhaji Dengan Uang Haram

Alomuslim.com – Permasalahan ini seringkali menjadi pertanyaan yang diajukan oleh sebagian kaum muslimin. Apakah boleh seseorang berhaji dengan uang haram? Misalnya dengan uang hasil korupsi, hasil mencuri, hasil dari menipu atau juga hasil dari transaksi riba dan sebagainya. Pertanyaannya kemudian berkembang lagi, yakni mengenai hukum ibadahnya, apakah sah ibadah yang dikerjakannya?

Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat. Adapun menurut mayoritas ulama, apabila seseorang melaksanakan haji dengan uang haram, ia tetap diperbolehkan dan hajinya tetap sah serta mencukupi. Demikian yang disebutkan dalam kitab Al Majmu’ karya Imam An-Nawawi. Mereka berkomentar, ‘Karena haji adalah ibadah khusus, sementara pengharaman dalam hal ini berada di luar ibadah tersebut’.

Sehingga berdasarkan pendapat ini, orang yang berhaji dengan uang haram tidak mempengaruhi keabsahan ibadahnya karena ia bukan bagian dari keharaman yang dilakukan dalam mengerjakan rukun ibadah haji yang dapat merusak keabsahan ibadahnya. Tetapi, ia perbuatan terpisah dan tidak memiliki kaitan sama sekali. Bagi pelakunya, ia mendapatkan dosa atas perbuatannya karena mengambil uang haram tersebut.

Namun, Imam Ahmad berpendapat lebih tegas dengan mengatakan bahwa ibadah yang dikerjakan orang tersebut tidak mencukupinya. Karena ia menggunakan sesuatu yang haram untuk mengerjakan suatu ibadah, padahal Allah hanya menerima yang baik untuk diri-Nya. Berdasarkan hadits,

“Sesungguhnya Allah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik” (HR. Muslim 1015, At-Tirmidzi 2986)

Abu Malik, dalam kitabnya Shahih Fikih Sunnah ketika membahas permasalahan ini, dia mengambil pendapat mayoritas ulama sebagai pendapat yang lebih kuat. Karena hadits yang disampaikan oleh Imam Ahmad sebagai dalil, tidak mengindikasikan kekhususan untuk menjadi penolak dari diperbolehkannya seseorang beribadah haji dengan uang haram. Tetapi untuk menjaga kehati-hatian, pendapat Imam Ahmad lebih kuat.

Wallahu a’lam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
hikmah makan sahur
Read More

Hikmah Makan Sahur

Hikmah Makan Sahur – Sahur termasuk dalam perkara-perkara yang disunahkan ketika berpuasa.  Sesungguhnya makan sahur merupakan perihal yang telah…