Hukum Harta Waris Yang Belum Jelas Kepemilikannya

hukum harta waris

Pertanyaan :

Assalamualaikum izin bertanya. Keluarga saya mendapatkan tanah warisan dari kakek, dan seluruh keluarga sudah mengetahui bahwa tanah tersebut adalah warisan untuk keluarga kami. Tetapi setelah berjalan beberapa tahun setelah kakek kami meninggal dunia, datang seseorang yang masih memiliki hubungan saudara dengan kakek kami.

Akhirnya terjadi perselisihan mengenai status tanah yang telah diwariskan kepada keluarga kami. Karena orang tersebut mengaku sebagai pemilik tanah yang sah. Segala cara dilakukannya, dengan menunjukkan beberapa bukti surat kepemilikan tanah atas namanya. Keluarga kami sebenarnya menyadari bahwa dahulu tanah tersebut milik orang itu. Tapi keluarga kami tahunya bahwa tanah tersebut milik kakek kami yang sudah membeli darinya.

Pertanyaan saya, apa yang kami harus lakukan? Karena apabila menempuh jalur hukum pengadilan, pasti keluarga kami akan kalah sebab surat-surat yang dimiliki orang tersebut lebih  lengkap. Memang kami juga memiliki surat kepemilikan tanah tersebut, tetapi tidak sekuat miliknya.Mmohon penjelasan hukum secara syariat terkait masalah tanah warisan ini?

Jawaban :

Tidaklah seseorang mewariskan harta melainkan dari apa yang dia peroleh dan diusahakannya, bukan berasal dari sesuatu yang tidak dimilikinya. Maka yang paling tepat dalam permasalahan yang ditanyakan adalah dengan menunjukkan surat-surat yang dimiliki oleh keduanya.

Jika memang benar kakek anda telah membelinya, alangkah lebih baik jika keluarga anda bisa menunjukkan bukti jual beli kepada orang tersebut. Atau minimal menghadirkan saksi dari orang yang menyaksikan jual beli tanah tersebut. Sehingga status kepemilikannya menjadi jelas. Tidak hanya mendengarkan sangkaan atau perkataan orang semata yang tidak menyaksikan jual belinya.

Jika ternyata tanah tersebut tidak bisa dibuktikan sebagai milik kakek anda, maka status tanah tersebut sebagai harta waris batal. Keluarga anda harus mengembalikan kepada pemilik yang sebenarnya. Karena apabila keluarga anda terus mempertahankan tanah tersebut, sementara tidak bisa membuktikan kepemilikan atas nama kakek anda, maka keluarga anda akan dihukumi mengambil harta orang lain dengan jalan yang bathil.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ

 “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil………” (QS. An Nisaa’: 29)Berusahalah untuk ikhlas melepaskan tanah tersebut. Serahkan urusan anda kepada Allah. Jika tanah tersebut memang milik kakek anda, semoga Allah menjadikannya tetap milik keluarga anda. Dan jika orang tersebut ternyata berbohong dengan klaim kepemilikan tanahnya, maka akan menjadi pemberatnya di akhirat.

Wallahu a’lam bishawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *