Hukum Jual Beli Anjing Piaraan
DASAR ISLAM, TRANSAKSI KEUANGAN

Hukum Jual Beli Anjing Piaraan Untuk Di Rumah

Alomuslim.com – Pada masa kita sekarang ini, jual beli hewan peliharaan merupakan hal yang sangat biasa. Berbagai jenis hewan diperjual belikan di pasar dan pertokoan, mulai dari yang jinak bahkan sampai yang buas sekalipun. Salah satu hewan peliharaan yang paling banyak diperjualbelikan adalah anjing. Karena para konsumen berpikir, anjing sebagai hewan piaraan dapat memberikan banyak mafaat bagi mereka, seperti menjaga rumah, menjaga hewan ternak, berburu dan beberapa manfaat lainnya.

Konsumen ini biasanya tidak hanya dari orang-orang diluar Islam, tetapi banyak juga diantara mereka yang merupakan orang-orang Islam. Tidak hanya konsumennya semata, bahkan para penjualnya pun banyak yang merupakan orang-orang Islam. Sungguh sangat disayangkan hal ini terjadi pada sebagian saudara-saudara kita.

Ketahuilah, bahwa anjing merupakan termasuk jenis hewan najis, maka menjadikannya sebagai piaraan di rumah hukumnya adalah haram. Oleh karenanya, hukum memperjualbelikan sesuatu yang najis juga haram, disebabkan tidak terpenuhinya salah satu syarat sah jual beli, yaitu bahwa objek yang dijadikan jual beli haruslah benda suci. Dengan demikian uang hasil penjualan anjing termasuk harta haram.

Seperti yang disebutkan dalam beberapa hadits berikut ini :

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang hasil penjualan anjing, penghasilan pelacur dan upah perdukunan” (HR. Bukhari, Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan :

“Sejelek-jelek penghasilan adalah upah pelacur, hasil penjualan anjing dan penghasilan tukang bekam.” (HR. Muslim)

Selain melarang jual beli anjing, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga telah menjelaskan kepada umatnya, barangsiapa yang menjadikan anjing sebagai piaraan di rumah maka akan dikurangi pahalanya setiap hari sebanyak 1 Qirath (ukuran + 0,18gr). Beliau bersabda :

“Barangsiapa yang memelihara anjing, kecuali anjing untuk menjaga kebun, hewan ternak dan anjing untuk berburu, niscaya dikurangi pahalanya setiap hari 1 qirath.” (HR. Muslim)

Tetapi, sebagian ulama ada yang membolehkan jual beli anjing yang memiliki kegunaan seperti untuk berburu, menjaga hewan ternak, menjaga tanaman dan berbagai manfaat lain selain untuk menjaga rumah. Namun sebagian ulama melarang secara mutlak jual beli anjing untuk berbagai pemanfaatan, berdasarkan hadits yang telah disebutkan di atas. Wallahu a’lam. 

Referensi :

  • Harta Haram Muamalat Kontemporer, Erwandi Tarmizi, MA (BMI Publishing : 2016)
  • Jual Beli Anjing, Kucing, Dan Darah, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc (Rumaysho)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *