hukum jual beli pulsa
DASAR ISLAM, TRANSAKSI KEUANGAN

Hukum Jual Beli Pulsa Isi Ulang

Alomuslim.com – Hukum jual beli pulsa isi ulang, Bagi pemilik telepon genggam, yang menggunakan kartu prabayar, seringkali harus membeli pulsa isi ulang agar tetap dapat menggunakan teleponnya. Tetapi, setiap kali membeli pulsa isi ulang, nominal pulsa yang dibeli tidak sesuai dengan harga pulsa yang harus dibayarkan. Harga yang harus dibayarkan terkadang lebih mahal atau juga lebih murah dari nominal pulsanya. Apakah yang seperti ini dibenarkan dalam syariat Islam?

Pertama yang harus dipahami oleh setiap kaum muslimin, bahwa penjualan pulsa isi ulang tidak termasuk jual beli uang dengan uang. Karena apabila ia transaksi jual beli uang dengan uang, maka tidak boleh ada selisih antara nominal pulsa dengan harga yang harus dibayarkan. Selisih dalam transaksi jual beli uang dengan uang termasuk dalam Riba. Sementara riba hukumnya adalah haram.

Pembelian pulsa isi ulang tidak termasuk transaksi jual beli uang dengan uang. Meskipun cara penyebutan nominal pulsa isi ulang disebutkan dengan jumlah uang. Misal pulsa 10.000, 20.000 atau 50.000 dan lainnya. Memang benar ia disebutkan seperti nominal uang, hal ini terjadi karena operator telekomunikasi tidak memiliki istilah lain untuk menyebutkan nominal pulsanya. Tidak seperti penjualan produk lain. Semisal bensin yang menggunakan satuan liter, penjualan beras dengan satuan kilo.

Jadi, transaksi jual beli pulsa isi ulang ini tidak termasuk jual beli uang dengan uang, tetapi masuk dalam jual beli jasa. Misalnya, ketika seseorang membeli pulsa isi ulang dengan nominal 10.000, kemudian harus membayar Rp. 12.000, maka hakikatnya orang tersebut sedang membeli layanan jasa dari operator telekomunikasi sebesar 10.000. Selisih harga dengan nominal pulsa merupakan hak dari pihak operator dalam menentukan harga jualnya. Sebagaimana pedagang lain juga memiliki hak untuk menentukan harga jual dari barang-barangnya.

Maka dengan demikian, transaksi jual beli pulsa isi ulang hukumnya adalah halal meskipun ada selisih antara nominal dengan harga yang dibayarkan. Karena jual beli pulsa isi ulang masuk dalam transaksi jual beli jasa bukan transaksi jual beli uang dengan uang. Wallahu a’lam.

Referensi : Video Konsultasi Syariah : Jual Beli Pulsa Itu Riba?, Ustadz Ammi Nur Baits (Yufid TV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *