Hukum Makan Hewan Yang Memakan Sesuatu Yang Najis

Alomuslim.com – Dalam istilah syar’i, hewan pemakan barang-barang najis -atau sebagian besar makanannya adalah barang najis- baik dari jenis unta, sapi, kambing, ayam maupun ikan ataupun hewan-hewan lain yang diberi makan barang najis dan biasa dikonsumsi oleh manusia disebut Jallalah.

Jallalah ini, baik daging maupun susunya tidak halal dikonsumsi. Hal ini dinyatakan oleh Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya dan juga Ibnu Hazm, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

“Rasulullah melarang memakan daging hewan-hewan pemakan najis berikut susunya.” 

Sementara, Imam Syafi’i berpendapat bahwa ia hanya makruh, dan tidak sampai haram. Dan ini juga menjadi salah satu pendapat lain dari Imam Ahmad. Tetapi pelarangan memakan hewan ini tidak bersifat mutlak. Ia bisa menjadi halal untuk dikonsumsi jika memenuhi beberapa syarat, ini merupakan pendapat dari mayoritas ulama.

Kapan hewan pemakan najis halal dimakan?

Jika hewan pemakan najis dikandangkan selama tiga hari dan diberi makanan-makanan yang suci, maka ia menjadi halal untuk disembelih, dimakan dan diminum susunya. Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ‘Sesungguhnya dia mengerangkeng (karantina -ed) ayam pemakan najis selama tiga hari.” (shahih. HR. Ibnu Abi Syaibah 4660-88847)

Diriwayatkan juga dari Imam Ahmad bahwa dia mengandangkan hewan pemakan najis selama tiga hari untuk jenis unggas. Sementara unta, sapi dan semisalnya selama 40 hari. Tetapi para ulama berbeda pendapat mengenai ketetapan kadar waktu dalam melakukan karantina untuk hewan pemakan najis.

Wallahu a’lam

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Comment