Hukum Melakukan Operasi Kecantikan
PAKAIAN

Hukum Melakukan Operasi Kecantikan

Alomuslim.com – Kemajuan teknologi, terutama dalam bidang kedokteran, telah memicu berbagai perilaku masyarakat dalam menyikapinya. Diantara yang paling marak dilakukan oleh masyarakat adalah dalam hal operasi kecantikan. Terutama para wanita, banyak diantara mereka yang melakukan operasi kecantikan dengan tujuan untuk memperoleh kaecantikan sesuai dengan yang mereka dambakan.

Apakah hukum Islam membolehkan operasi kecantikan?

Hukum melakukan operasi kecaintikan bermacam-macam, ada yang dihukumi mubah (boleh), wajib dan juga haram. Diantara beberapa contoh operasi kecantikan sesuai dengan hukumnya, yakni :

  1. Diantara operasi kecantikan yang dierbolehkan adalah operasi untuk menutupi bekas luka, merekonstruksi bagian tubuh yang cacat dan operasi luka bakar berat. Terlebih lagi, kalau luka tersebut berada di bagian wajah atau bagian tubuh yang sering terlihat. 

    Operasi yang semacam ini diperbolehkan, bahkan sebagiannya dapat masuk dalam kategori wajib. Karena operasi seperti ini bertujuan untuk memperbaiki bekas-bekas luka pada tubuh dan mengembalikan tubuuh ke bentuk aslinya.

  2. Operasi kecantikan untuk menghilangkan bagian-bagian tubuh yang buruk atau untuk menghilangkan sesuatu yang berbeda dengan ciptaan aslinya seperti, jari keenam, daging tumbuh, dan lain sebagainya. Maka operasi yang seperti ini termasuk dalam kategori mubah (boleh).
  3. Operasi kecantikan untuk merubah ciptaan Allah, tanpa adanya sebab seperti luka berat, cacat bawaan atau kecelakaan. Semua operasi kecantikan yang seperti ini masuk dalam kategori haram. Tidak diragukan lagi bahwa sikap melampaui batas terhadap ciptaan Allah dengan merubah bentuknya, warnanya atau strukturnya merupakan sebuah pelanggaran terhadap ciptaan Allah. Seperti, operasi ganti kelamin, operasi plastic, dan sebagainya.

Salah satu diantara upaya syetan untuk menyesatkan anak keturunan Nabi Adam alaihissallam adalah dengan memerintahkan mereka merubah ciptaan Allah. Dan umat manusia pada hari ini telah benar-benar mengikuti langkah syetan, dengan menghalalkan apa yang telah Allah larang. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 3, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *