Hukum Memakai Parfum Bagi Wanita

Alomuslim.com – Parfum adalah salah satu perhiasan yang mubah (boleh) digunakan oleh kaum wanita, artinya wanita boleh memakai parfum sesuka hatinya terutama untuk suaminya. Adapun jenis parfum yang diperbolehkan untuk kaum wanita adalah yang jelas warnanya dan baunya tidak nampak.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi was sallam,

“Wewangian seorang laki-laki adalah yang tidak jelas warnanya tapi tampak bau harumnya. Sedangkan wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak.” (hasan. HR. Baihaqi no. 7564)

Tetapi berlaku beberapa kondisi dimana seorang wanita tidak boleh memakai parfum atau berbagai jenis wangi-wangian, yaitu :

1. Ketika Berihram

Pelarangan dalam hal ini adalah berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi was sallamkepada orang yang sedang berihram,

“Janganlah kalian mengenakan sesuatu yang telah dibubuhi za’faran dan waras (wangi-wangian dari tumbuhan).” (HR. Bukhari)

2. Ketika Berkabung

Nabi shallallahu alaihi was sallam melarang wanita yang sedang menjalani masa berkabung untuk memakai parfum. Berdasarkan hadits dari Ummu ‘Athiyyah radhiallahu anha, dia mengatakan :

 كنا ننهى أن نحد على ميت فوق ثلاث إﻻ على زوج أربعت أشهر وعشرا ………. وقد رخص لنا عند الطهر إذا اغتسلت إحدانا من محيضها في نبذة من كست أظفار

“Kami dahulu dilarang berkabung (ihdad) atas meninggalnya seseorang di atas tiga hari, kecuali atas meninggalnya suami, maka masa ihdad bagi istri selama empat bulan sepuluh hari… kami telah diberi rukhshah (keringanan) dalam hal memakai sedikit wewangian ketika suci, ketika salah seorang dari kami telah mandi dari haidnya.” (HR. Bukhari no. 5341, Muslim no. 3938)

3. Ketika Keluar Rumah

Wanita tidak boleh memakai parfum ketika keluar rumah, meskipun ia niatkan untuk suaminya. Dalam hal ini terdapat beberapa riwayat yang dengan tegas menyatakan Rasulullah shallallahu was sallam melarangnya, salah satunya adalah beliau bersabda :

“Setiap wanita yang memakai wewangian, kemudian melewati suatu kaum (sekelompok laki-laki -ed) agar mereka mencium aroma wanginya, berarti ia telah berzina.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Apabila wanita memiliki bau badan yang kurang sedap, maka dibolehkan baginya menggunakan jenis parfum yang wanginya hanya sedikit untuk menetralkan atau menghilangkan bau badannya, bisa juga dengan menggunakan semacam deodorant. Tetapi apabila memakainya di dalam rumah untuk suami, maka diperbolehkan menggunakan sesuka hatinya.

Wallahu a’lam. 

Referensi :

  • Shahih Fikih Sunnah Jilid 3, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)
  • Wanita Haram Memakai Parfum?, Raehanul Bahraen

Leave a Comment