Hukum Memasang Kawat Gigi
DASAR ISLAM, PAKAIAN

Hukum Memasang Kawat Gigi

Alomuslim.com – Gigi merupakan bagian anggota tubuh yang sangat penting dalam menunjang penampilan seseorang. Banyak laki-laki maupun wanita yang memberikan perhatian khusus terhadap giginya. Bahkan sebagian diantara mereka rela menghabiskan banyak uang untuk melakukan perawatan agar mendapatkan bentuk gigi yang bagus.

Beberapa waktu belakangan ada sebuah teknologi perawatan gigi yang digunakan untuk merapihkan bentuk gigi. Masyarakat mengenalnya dengan sebutan behel atau kawat gigi. Pemasangan kawat gigi ini cukup digemari oleh masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan. Semua itu untuk mendapatkan bentuk gigi yang bagus dan menunjang penampilan mereka.

Apakah syariat Islam membolehkan memasang kawat gigi?

Islam menganjurkan kepada umatnya untuk merawat dan menjaga kebersihan gigi dengan senantiasa bersiwak. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi was sallam pernah bersabda :

“Seandainya tidak memberatkan bagi orang-orang mukmin, niscaya aku akan memerintahkan mereka untuk mengakhirkan shalat isya dan bersiwak setiap kali hendak melakukan shalat.” (HR. Bukhari, Muslim)

Hal itu menunjukkan bahwa syariat Islam sangat memperhatikan kebersihan dan juga kesehatan gigi seseorang. Sementara untuk memasang kawat gigi dengan tujuan memperbagus penampilan, termasuk dalam perkara yang dilarang, bahkan ia termasuk dalam perbuatan haram. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Dan akan aku (setan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya.” (QS. An Nisa : 119)

Ayat ini bermakna bahwa mengubah ciptaan Allah termasuk bentuk kemaksiatan dan sesuatu yang haram karena merupakan bujuk rayu setan kepada anak cucu Adam. Rasulullah shallallahu alaihi was sallam dalam sebuah riwayat disebutkan melaknat seseorang yang mengubah ciptaan Allah dengan tujuan untuk mempercantik diri.

“Rasulullah shallallahu alaihi was sallam melaknat wanita yang merenggangkan giginya agar tampak lebih cantik dan wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari, Muslim)

Akan tetapi ada sebuah pengecualian, apabila memasang kawat gigi karena bertujuan sebagai pengobatan atau memperbaiki gigi yang cacat atau rusak, maka hal tersebut diperbolehkan. Dan ia termasuk dalam kategori darurat dan adanya sebuah kebutuhan yang mendesak, maka diperbolehkan dengan alasan ini.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi was sallam pernah memerintahkan seorang sahabat yang hidungnya terpotong pada saat peperangan, dan menggantinya dengan hidung palsu dari emas. (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’i)

Wallahu a’lam.

Referensi :

  • Shahih Fikih Sunnah Jilid 3, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)
  • Hukum Memakai Behel Gigi, Nurfitri Hadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *