Hukum Menerima Hadiah Undian Door Prize
DASAR ISLAM, TRANSAKSI KEUANGAN

Hukum Menerima Hadiah Undian Door Prize

Alomuslim.com – Beberapa pusat perbelanjaan atau panitia kegiatan seringkali memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mendapatkan hadiah dari sebuah undian Door Prize. Pemberian hadiah door prize ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengunjung atau sekedar menyemarakkan suatu kegiatan.

Terkadang nomor undian diberikan secara cuma-cuma kepada pengunjung, atau dijual sebagai tiket masuk, terkadang juga diberikan setelah membeli produk dengan nilai tertentu. Hadiah yang ditawarkan biasanya adalah sesuatu yang sangat menarik dengan nilai yang relatif mahal hingga mahal sekali. Sehingga hal itu mampu menarik antusias para pengunjung.

Hukum Islam memandang undian door prize seperti itu dibolehkan, jika kupon undian diberikan kepada pengunjung dengan cara cuma-cuma. Hal ini termasuk dalam kategori hibah (hadiah) kepada pemenang, sekalipun penyelenggara tetap mendapatkan keuntungan dari hal tersebut. Yang demikian tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh syariat.

Sementara, jika untuk dapat mengikuti undian harus dengan membeli kupon, maka yang demikian ini adalah Haram dan termasuk dalam judi. Karena saat membeli kupon, seseorang tidak mengetahui apakah ia akan mendapatkan hadiah, yang mungin secara nilai lebih besar dari harga kupon yang dibelinya. Inilah hakikat gharar, dan ia diharamkan dalam Islam.

Apabila untuk mengikuti undian, disyaratkan harus membeli produk barang tertentu, hal ini diperselisihkan oleh para ulama kontemporer.

Pendapat pertama : Hukumnya haram. Hal ini sama dengan judi dan mengandung unsur gharar.

Pendapat kedua : Hukumnya boleh. Dan hadiahnya halal, dengan syarat harga barang yang dijual tidak dinaikan terlebih dahulu, sehingga ada perubahan dalam harga jual barang, dan pembeli membeli barang tetap sesuai dengan kebutuhan yang hendak ia beli, bukan membeli produk khusus yang karenanya akan mendapatkan hadiah undian.

Sehingga menurut pendapat kedua, bahwa undian door prize sama dengan pemberian hadiah melalui undian. Dan ketidak jelasan (gharar) barang hadiah dalam akad hibah (hadiah) dibolehkan. Dengan demikian hukumnya dibolehkan, karena hukum asal muamalat adalah boleh.

Wallahu a’lam.

Referensi : Harta Haram Muamalat Kontemporer, Dr. Erwandi Tarmizi, MA (BMI Publishing : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *