Hukum Mengembalikan Atau Tukar Barang Yang Sudah Dibeli
DASAR ISLAM, TRANSAKSI KEUANGAN

Hukum Mengembalikan Atau Tukar Barang Yang Sudah Dibeli

Alomuslim.com – Beberapa toko besar ataupun pemilik toko online memiliki strategi penjualan khusus agar dapat menarik konsumen. Diantara strategi yang mereka lakukan adalah dengan memberikan fasilitas garansi uang kembali atau juga barang yang sudah dibeli dapat ditukarkan dengan barang yang lain. Hal ini sudah mereka masukkan dalam perjanjian (akad) jual beli dengan konsumen, dan telah sama-sama diketahui. Bagaimana syariat Islam memandang transaksi seperti ini?

Pada dasarnya dalam ketentuan syariat Islam, bilamana terjadi syarat-rukun dalam sebuah akad jual beli terpenuhi, maka akad menjadi lazim. Barang berpindah ke tangan pembeli dan uang berpindah ke tangan penjual, serta kedua belah pihak tidak dapat lagi menarik diri dari akad yang telah mereka lakukan. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu.” (QS. Al Ma’idah : 1)

Allah dengan jelas memerintahkan kepada kaum mukminin untuk memenuhi akad yang telah dibuat. Termasuk juga dalam akad jual beli. Perintah untuk memenuhi akad menunjukkan bahwa akad dilakukan bersifat mengikat, karena jika akad tidak bersifat mengikat maka tidak perlu diperintahkan untuk memenuhinya.

Tetapi, bila dalam akadnya terdapat khiyar, yakni penjual atau pembeli berada dalam masa yang dibenarkan untuk memilih, melanjutkan atau membatalkan akad kemudian pembeli dan penjual sepakat salaing ridha untuk membatalkan akad, maka hal ini diperbolehkan.

Khiyar disyariatkan agar kedua belah pihak benar-benar berfikir dengan jernih untuk melangsungkan transaksi. Karena sering kali terjadi seseorang terbawa nafsu untuk membeli atau menjual barang, tetapi kemudian timbul penyesalan setelah menyadarinya. Maka dengan adanya khiyar ini, orang tersebut masih memiliki kesempatan untuk menarik kembali transaksi yang sudah dilakukan.

Maka dalam hukum mengembalikan atau menukar barang yang sudah dibeli, dengan adanya khiyar dalam akad jual beli, boleh seseorang mengembalikan barang atau menukar barang yang sudah di beli dengan syarat penjual memasukan ketentuan tersebut dalam akad dan dengan batas waktu tertentu.

Wallahu a’lam.

Referensi : Harta Haram Muamalat Kontemporer, Dr. Erwandi Tarmizi, MA (BMI Publishing : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *