Hukum Menshalati Orang Yang Mati Bunuh Diri
DASAR ISLAM, KEMATIAN DAN JENAZAH

Hukum Menshalati Orang Yang Mati Bunuh Diri

Alomuslim.com – Dalam menshalati orang yang mati karena bunuh diri, pendapat para ulama terbagi menjadi tiga, yaitu :

Pendapat pertama, Tidak perlu di shalati.

Ini merupakan pendapat dari Umar bin Abdul Aziz dan Al Auza’i. Alasan mereka adalah seperti yang tertera dalam hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Samrah, ia berkata, ‘Seorang lelaki yang mati bunuh diri dengan memakai masyaqish (mata panah) didatangkan kepada Nabi, tapi beliau tidak mau menshalatinya.’ (HR. Muslim no. 978)

Pendapat kedua,  tetap di shalati.

Pendapat ini dikatakan oleh Al Hasan, An Nakah’I, Malik, Abu Hanifah, Syafi’i dan mayoritas ulama. Mereka membantah pendapat pertama dengan dalil yang sama, yaitu bahwa Nabi tidak menshalati jenazah yang mati bunuh diri, adalah untuk mencegah manusia agar tidak melakukan perbuatan itu, namun kemudian tetap dishalati oleh para sahabat.

Pendapat ketiga, Hendaknya orang-orang yang memiliki keutamaan dan kebaikan tidak menshalatinya.

Pendapat ini datang dari imam Malik dan lainnya. Mereka membolehkan bagi keumuman orang untuk menshalatinya, adapun orang-orang yang paham agama dan para imam, hendaknya menjauhinya untuk mencegah manusia agar tidak melakukan hal yang sama. Ini seperti apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi was sallam.

Wallahu a’lam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *