Hukum Mewarnai Rambut

hukum mewarnai rambut

Hukum Mewarnai Rambut – Rambut adalah mahkota terindah yang kita miliki. Kita akan tampil lebih menarik jika mampu menata dan memperindah rambut yang kita miliki sedemikian rupa. Pertanyaannya kemudian adalah bolehkah kita mewarnai rambut kita?

Sobat alomuslim di manapun berada, berikut adalah hadis tentang mewarnai rambut yang berasal dari Rasulullah Saw.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ أُتِىَ بِأَبِى قُحَافَةَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ وَرَأْسُهُ وَلِحْيَتُهُ كَالثَّغَامَةِ بَيَاضًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  غَيِّرُوا هَذَا بِشَىْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ.

Dari Jabir ibn Abdillah ra ia berkata: Pada saat Fathu Makkah, datanglah Abu Quhafaah dalam keadaan (rambut) kepala dan jenggotnya putih seperti pohon tsaghamah (yang serba putih, baik bunga maupun buahnya). Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Ubahlah ini (rambut dan jenggot Abu Quhafah) dengan sesuatu, tetapi jauhilah warna hitam”. (HR. Imam Muslim, al-Nasa’i dan Abu Daud)

Dikutip dari al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Syekh Wahbah Zuhaili menyebutkan bahwa seseorang diperbolehkan mewarnai rambutnya, baik itu merah, kuning, dan warna-warna lainnya. Namun ada pengecualian untuk warna hitam. Menurut madzhab Syafi’i warna hitam tidak diperbolehkan atau diharamkan. Berbeda dengan madzhab Syafi’i, beberapa madzhab lainnya mengaggap bahwa mewarnai rambut dengan warna hitam tidak sampai haram, akan tetapi makruh saja.

Berkaitan dengan mewarnai rambut atau menyemir rambut ini, MUI (Majelis Ulama Indonesia) memberikan beberapa kriteria menyemir rambut yang diperbolehkan sebagaimana berikut:

Pertama, menggunakan bahan yang halal dan suci

Kedua, dilakukan dengan tujuan yang benar secara syar’i

Ketiga, mendatangkan maslahat atau kebaikan yang tidak bertentangan dengan syari’at

Keempat, materinya tidak menghalangi meresapnya air ke rambut pada saat bersuci

Kelima, tidak membawa mudharat atau bahaya bagi penggunanya

Dan terakhir, menghindari pemilihan warna hitam atau warna lain yang bisa melahirkan unsur tipu daya (khida’) dan/atau dampak negatif lainnya.

Demikianlah informasi tentang hukum mewarnai rambut. Dari sini jelas bahwa Islam memberikan kebebasan bagi pemeluknya untuk mengeksplorasi dan mengkreasikan rambutnya, dengan batasan-batasan yang telah kami paparkan di atas. Semoga bermanfaat!

Wallahu a’lam.

Sumber: Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Menyemir Rambut 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *