Hukum Orang Yang Meninggalkan Shalat Selama Bertahun-tahun

hukum meninggalkan shalat

Alomuslim.com – Hukum bagi orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa ada udzur (alasan yang dibenarkan), maka ia mendapatkan beban dan dimurkai, dan dosa yang ditimpakan tidak akan gugur walaupun ia melakukan shalat seribu kali setelah waktunya. Satu-satunya cara yang harus dilakukannya adalah bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya. Kemudian dia harus memperbanyak istighfar, beramal shalih dan melakukan shalat sunnah.

Hal ini seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :

“Sesungguhnya hal pertama dari amalan-amalan seorang hamba yang akan dihisab (dihitung) pada hari Kiamat adalah shalatnya, jika ia baik, maka ia akan beruntung dan selamat, jika ia rusak, maka ia merugi, jika ada sesuatu yang berkaitan dengan kewajiban itu berkurang, maka Tuhan Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah, apakah hamba-Ku mempunyai pahala ibadah sunnah jika ada ia melengkapi kewajiban yang kurang’, demikian selanjutnya untuk semua amalannya.”

Bagaimana dengan shalat yang ditinggalkan?

Para ulama berbeda pendapat mengenai kewajiban orang yang meninggalkan shalat tanpa udzur selama beberapa tahun, apakah ia harus menggantinya atau tidak. Mayoritas ulama berpendapat bahwa orang tersebut harus mengganti rakaat shalatnya yang ditinggalkan tersebut. Artinya orang tersebut benar-benar harus menunaikan sesuai dengan jumlah yang ia tinggalkan atau sejumlah yang diingatnya.

Tetapi sebagian ulama lain berpendapat bahwa orang tersebut tidak wajib untuk mengganti shalatnya, karena ia bisa dihukumi melakukan kekufuran karena meninggalkan syariat dengan sengaja atau malas sehingga menyebabkannya menjadi kafir. Dan ia harus melakukan taubat yang sungguh-sungguh atas perbuatannya meninggalkan shalat serta istiqamah dalam agamanya.

Pertaubatan orang tersebut dianggap sebagai penghapus semua dosanya, dan sebaiknya setelah pertaubatan dia memperbanyak shalat, tidak hanya mengerjakan yang wajib, tetapi juga dengan mengerjakan yang sunnah, agar bisa menutupi rakaat yang pernah ditinggalkannya.

Wallahu a’lam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
syarat poligami
Read More

Inilah 4 Syarat Poligami

Alomuslim.com – Poligami merupakan syariat Islam yang telah Allah dan Rasul-Nya tetapkan atas umat Islam. Meskipun banyak orang-orang yang…