memaafkan
AKHLAK, DASAR ISLAM

Hukum Orang Yang Tidak Mau Memaafkan

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum, saya mau bertanya. Kemarin saya datang minta maaf ke kakak saya. Tapi kakak saya menolak maaf saya. Bagaimana hukumnya dalam Islam? Saya tidak tahu apa yang salah sampai-sampai dia tidak mau memaafkan saya. Tolong jawab. Terima kasih.

Jawaban :

Wa’alaikumussalam warahmatullah..

Islam mengajarkan agar setiap muslim berusaha untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah sesama umat Islam dan menjaga tali persaudaraan dalam keluarga. Allah berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu perbaikilah hubungan antara kedua saudaramu itu.” (QS. al-Hujurat: 10)

Maka jika ada seorang muslim yang memutuskan ukhuwah islamiyah, atau bahkan hubungan tali persaudaraan dengan tidak memaafkan saudaranya maka ia akan mendapatkan ancaman di hari kiamat kelak. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda :

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (persaudaraan).” [HR. al-Bukhari dan Muslim]

Karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang memboikot saudaranya atau sesama muslim, dalam hal umum, lebih dari 3 hari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot (tidak menyapa) saudaranya lebih dari 3 hari.” [HR. Bukhari 6237 dan Muslim 2560]

Jika anda sudah berusaha meminta maaf kepada saudara anda tetapi ia tidak memaafkan, maka saudara andalah yang akan terancam amalannya tertolak. Sementara diri anda akan diampuni oleh Allah azza wa jalla. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan,

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ، وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا، إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

“Pintu-pintu surga dibuka setiap hari senin dan kamis. Lalu diampuni seluruh hamba yang tidak berbuat syirik (menyekutukan) Allah dengan sesuatu apapun. Kecuali orang yang sedang ada permusuhan dengan saudaranya. Dikatakan : Tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai… tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai… tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai…” (HR. Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ 5/1334, Ahmad 9119, dan Muslim 2565).

Az-Zarqani dalam penjelasanya untuk al-Muwaththa’ menukil perkataan Ibnu Ruslan,

ويظهر أنه لو صالح أحدهما الآخر فلم يقبل غفر للمصالح

“Yang bisa kita simpulkan, apabila salah satunya berusaha berdamai dengan yang lain tapi perdamaian itu tidak diterima, maka orang yang berusaha berdamai tersebut diampuni.” (Syarh az-Zarqani ‘ala al-Muwaththa’, 4/335)

Tetapi, anda jangan malah menjauhi atau membenci saudara anda karena merasa benar dalam hal ini. Jika anda melakukannya, maka andapun termasuk orang yang akan mendapatkan ancaman hadits diatas.

Sebaiknya anda tanyakan kepada saudara anda tersebut mengenai kesalahan anda, dan tetaplah berbuat baik kepadanya dan teruslah berusaha untuk meminta maaf sampai ia ridho. Sebab sebagai saudaranya, tentu anda tidak menginginkan keburukan terjadi kepada saudara anda tersebut di hari kiamat kelak.

Wallahu a’lam bishawab.

Referensi :

  1. Ammi Nur Baits – Konsultasi Syariah
  2. Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari – Almanhaj

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *