Hukum Transportasi Umum Berbasis Aplikasi Online
DASAR ISLAM, TRANSAKSI KEUANGAN

Hukum Transportasi Umum Berbasis Aplikasi Online

Alomuslim.com – Saat ini penggunaan transportasi berbasis aplikasi online kian marak dan digemari oleh masyarakat. Beberapa hal yang membuat minat masyarakat meningkat adalah kemudahan dalam pemesanan, tranparansi dalam biaya pengantaran dan yang pasti, harganya jauh lebih murah dari transportasi konvensional yang sejenis, dan ada banyak hal lainnya.

Mengenai murahnya harga yang ditawarkan, ini menjadi salah satu alasan yang memicu sering terjadinya penolakan dan tindak kekerasan dari para pengemudi transportasi konvensional, terhadap pengemudi transportasi online.

Dalam tinjauan fikih muamalat, melihat permasalahan ini merujuk kepada hukum transaksi barang dan jasa di bawah harga pasaran, dibolehkan atau tidak?

Dalam jenis usaha bidang jasa, terutama yang berkaitan denga kepentingan hajat hidup orang banyak, maka Pemerintah harus mengeluarkan sebuah kebijakan untuk mengatur penetapan harganya. Karena apabila tidak, dikhawatirkan para penjual jasa akan menzhalimi rakyat banyak dalam menetapkan harga. Hal ini bertujuan untuk menjaga kestabilan social masyarakat dan mewujudkan keadilan.

Mengenai hukum diskon yang seringkali diberikan oleh pengembang aplikasi kepada penggunanya sehingga harga menjadi semakin murah, dalam hal ini ulama berbeda pendapat.

Pertama, tidak boleh memberikan harga jual dibawah harga pasar, secara mutlak dengan cara apapun. Ini merupakan pendapat ulama mazhab Maliki.

Kedua, boleh memberikan harga jual dibawah harga pasar, baik dengan cara memberikan diskon atau penawaran khusus, selagi tujuan seseorang tersebut bukan untuk menghancurkan usaha orang lain. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama.

Dalil dari pendapat tersebut  adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :

“Allah merahmati seseorang yang menjual, membeli dan membayar hutang dengan hati yang murah.” (HR. Bukari)

Namun yang perlu diperhatikan, jika potongan harga diberikan untuk menghancurkan para pesaingnya (transportasi konvensional), kemudian saat pesaingnya telah hancur, dia mengontrol harga dan menaikan kembali harga jasanya sesuai yang diinginkan, maka yang seperti ini haram hukumnya. Berdasarkan sabda Rasulullah :

Tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat madharat bagi orang lain baik permulaan ataupun balasan.” (shahih. HR. Ibnu Majah)

Wallahu a’lam.

Referensi :Harta Haram Muamalat Kontemporer, Dr. Erwandi Tarmizi, MA. (BMI Publishing : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *