Kewajiban Ketika Ihram Dalam Ibadah Haji

ihram dalam ibadah haji

Kewajiban Ketika Ihram Dalam Ibadah Haji – Ihram merupakan salah satu dari rukun ibadah haji, dan juga umrah, yang pertama kali dikerjakan. Sementara itu ibadah haji memiliki empat rukun yang harus dikerjakan secara berurutan yaitu, ihram, thawaf, sa’i dan wukuf di ‘Arafah. Ihram adalah melakukan niat ketika memasuki ibadah haji disertai dengan mengenakan pakaian ihram diikuti dengan pengucapan talbiyah.

Ada perbuatan-perbuatan wajib yang harus dilakukan ketika ihram. Jika salah satu dari perbuatan itu tidak dilaksanakan, maka orang yang meninggalkannya harus membayar dam (denda), atau berpuasa sepuluh hari jika ia tidak mampu membayar dam.

Beberapa Kewajiban Ihram Dalam Ibadah Haji

Memulai dari Miqat

Miqat merupakan tempat yang telah ditentukan oleh Pembuat Syariat untuk memulai ihram, yang tidak boleh dilanggar oleh orang yang ingin melaksanakan ibadah haji. Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata :

“Rasulullah menentukan Dzul Hulaifah sebagai miqat bagi penduduk Madinah, al-Juhfah sebagai miqat bagi penduduk Syam, Qarnul Manazil sebagai miqat bagi penduduk Najed, dan Yamanlam sebagai miqat bagi penduduk Yaman.’ Beliau bersabda lagi, ‘Miqat-miqat ini untuk penduduk kota-kota tersebut dan untuk orang dari luar daerah tersebut yang melewatinya dari kalangan orang-orang yang ingin berhaji dan berumrah.

Baca Juga : 5 Syarat Wajib Haji

Sedangkan penduduk yang tempat tinggalnya lebih dekat daripada miqat-miqat tersebut, maka tempatnya berihlal (mengucapkan talbiyah dengan berniat beribadah) baginya adalah dari tempat tinggalnya. Demikian pula halnya bagi penduduk Makkah, mereka mulai berihlal dari miqat-miqat tersebut.” (HR. Bukhari no. 1526)

Tidak Mengenakan Pakaian Yang Berjahit

Bagi orag-orang yang sedang ihram, mereka dilarang untuk mengenakan baju, gamis atau mantel. Ia dilarang pula mengenakan sorban dan tidak boleh menutup kepalanya dengan apapun. Di samping itu, ia tidak boleh mengenakan sepatu, berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ :

“Orang yang sedang ihram tidak boleh mengenakan baju, sorban, celana, mantel dan sepatu tinggi, kecuali orang yang tidak mendapatkan sepasang sandal, maka hendaknya ia mengenakan sepasang sepatu tinggi tetapi ia harus memotong sepatu itu sampai dibawah mata kaki.” (HR. Bukhari no. 5806)

Orang yang sedang ihram juga tidak boleh mengenakan pakaian yang telah diberi wewangian dan wanita tidak boleh mengenakan cadar atau yang menutupi wajah serta tidak boleh menggunakan sarung tangan, hal ini berdasarkan hadits yang dikeluarkan oleh imam Bukhari dengan nomor hadits 1838.

Talbiyah

Orang yang ihram  mengucapkan talbiyah ketika akan segera berihram dan ia berada di miqat dan belum melewatinya. Disunnahkan untuk mengulang-ulang kalimat talbiyah dan mengeraskan suara dalam mengucapkannya, serta senantiasa memperbarui talbiyahnya pada saat-saat tertentu, ketika turun atau naik kendaraan, ketika melaksanakan shalat atau ketika bertemu dengan sesama orang yang sedang ihram.

Adapun ucapan kalimat talbiyah adalah sebagai berikut :

Labaika Allahumma labaika, labaika laa syariika laka labaika, innalhamda wan ni’mata laka wal mulku, laa syariika laka (Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian, nikmat dan kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak sekutu bagi-Mu.”

Referensi : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *