Ikut Pakai Qunut Subuh Atau Tidak?

Alomuslim.com – Perbedaan pendapat dalam masalah qunut ketika shalat subuh sudah berlangsung semenjak lama, bahkan disebutkan ketika para imam madzhab masih hidup, merekapun telah berselisih pendapat mengenai perkara ini. Namun sangat disayangkan perilaku sebagian umat muslim di negara kita beberapa waktu belakangan ini, mereka terlalu berlebihan ketika berdebat mengenai hukum qunut subuh apakah sunnah atau bid’ah (perbuatan yang tidak dikerjakan oleh Rasulullah). Karena sengitnya perdebatan dalam masalah itu, malah memunculkan polemik di masyarakat hingga akhirnya kaum muslimin terpecah belah dengan saling mencela.

Padahal perkara qunut shubuh merupakan masalah khilafiyah ijtihadiyah atau perbedaan pendapat dalam memandang hukum atas satu perkara. Maka seharusnya sikap kaum muslimin dalam menyikapi perbedaan seperti ini adalah dengan saling berlapang dada dan toleransi karena setiap orang berhak untuk memilih pendapat yang menurutnya lebih kuat untuk diambil. Tetapi tidak boleh ada pengingkaran terhadap hukum asal ibadahnya, tidak boleh menjelek-jelekan orang yang berbeda dengannya serta tidak boleh menghukumi mereka sesat atas perbuatannya.

Umat muslim seharusnya mencontoh apa yang terjadi antara Imam Syaf’i dan Imam Ahmad dalam masalah qunut subuh. Padahal Imam Syafi’i merupakan salah satu guru besar dari Imam Ahmad. Imam Syafi’i berpendapat bahwa qunut hukumnya sunnah untuk selalu dibaca pada setiap shalat subuh. Sementara Imam Ahmad berpendapat bahwa qunut tidak dibaca ketika shalat subuh kecuali ketika ada musibah yang besar.

Namun ketika Imam Ahmad shalat bermakmum di belakang Imam Syafi’i, beliau ikut mengangkat tangan untuk mengaminkan doa qunut yang dibaca oleh imam shalat. Demikian pula ketika Imam Syafi’i shalat bermakmum di belakang Imam Ahmad, maka beliau mengikuti imam shalat dengan tidak membaca qunut. Tidak ada sedikitpun saling cela antara kedua imam besar tersebut apalagi sampai menyebabkan permusuhan  diantara keduanya. Meskipun memiliki pendapat yang berbeda, keduanya tetap mau bermakmum di belakang imam yang tidak sependapat dengannya.

Sikap besar hati seperti itulah yang seharusnya ditiru oleh kaum muslimin hari ini. Kaum muslimin harus lebih bersabar dalam perselisihan pendapat yang memang masih terbuka ruang untuk berijtihad. Tetapi yang sudah terlanjur terjadi hari ini, sebagian kaum muslimin yang menganggap qunut bukan sunnah, menolak untuk shalat dibelakang imam yang membaca qunut demikian juga sebaliknya. Sikap seperti ini sudah berlebihan. Sikap yang benar adalah shalatlah dibelakang imam yang membaca qunut ataupun tidak, dan angkatlah tangan Anda untuk mengamini doa qunut yang dibaca imam meskipun Anda memiliki keyakinan qunut tidak sunnah. Wallahu a’lam bishawab.

Referensi :

  • Qunut Subuh Dalam Pandangan Empat Madzhab, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc (Rumaysho : 2009)
  • Khilafiyah Qunut Subuh, Jumlah Rakaat Shalat Tarawih, Isbal, video singkat Dr. Firanda Andirja, MA (Pakde Nono youtube channel : 2016)
  • Masalah Qunut Subuh, Badru Salam, Lc (Pakde Nono youtube channel : 2016)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment