Inilah Delapan Sunnah Ketika Sa’i
DASAR ISLAM, HAJI

Inilah Delapan Sunnah Ketika Sa’i

Alomuslim.com Terdapat beberapa sunnah dalam sa’i yang harus diperhatikan oleh seseorang yang sedang menunaikan ibadah haji ataupun umrah agar menambah kesempurnaan ibadah yang dikerjakan. Berikut beberapa sunnah ketika sa’i :

  • Hendaknya dalam keadaan suci, karena hal itu disebutkan dalam beberapa riwayat ketika sedang melakukan thawaf.
  • Hendaknya menyentuh/mencium hajar Aswad sebelum memulai sa’i, sebagaimana disebutkan dalam hadits dari para sahabat.
  • Apabila telah mendekati Shafa, maka hendaknya membaca, ‘Innash Shafaa wal Marwata min sya’aairillaah’ kemudian mengucapkan, ‘Abda’u bima bada’ allaahu bihi’
  • Ketika berada di Shafa hendaknya menghadap Qiblat dan mengucapkan,

‘Laa ilaaha illallaahu wahdah, laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa alaa kulli syai’in qadiir, laa laaha illallaahu wahda, anjaza wa’dah, wanashara ‘abdah, wahazamal ahzaaba wahda.’

Kemudian berdoa dengan doa apa saja yang dia kehendaki. Dan hendaknya melakukan ini semua sebanyak tiga kali.

  • Hendaknya melakukan sa’i dengan berjalan kaki, boleh kendaraan karena suatu maslahat. Ibnu Abbas radhiallahu anhu pernah ditanya mengenai sa’i yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi was sallam dengan berkendara, ia menjawab,

“Pada saat itu orang-orang berseru, ‘inilah Muhammad, inilah Muhammad…’ hingga para wanita keluar dari rumah mereka. Ketika orang-orang semakin banyak dan berdesakkan, maka Nabi shallallahu alaihi was sallam menaiki kendaraan. Dan sa’i yang dilakukan dengan berjalan kaki adalah lebih utama.” (HR. Muslim no. 1264)

  • Berlari-lari kecil di antara dua pilar hijau. Hal ini dikhususkan untuk kaum lelaki dan tidak untuk kaum wanita, seperti halnya dalam Thawaf.
  • Membaca doa diantara Shafa dan Marwah, sebagaimana yang telah ditetapkan dari riwayat Ibnu Mas’ud, bahwa beliau mengucapkan,

‘Rabbighfirli warham, innaka antal a’azzul akram.’ (Ya Allah, ampunilah dan sayangilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Agung dan Maha Mulia)

  • Ketika di Marwah hendaknya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya di Shafa. Seperti dalam bacaan, bertahlil (mengucapkan laa ilaaha illallaahu), bertakbir (mengucapkan Allahu Akbar), menghadap Ka’bah dan membaca doa.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid , Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *