Inilah Syarat Diterimanya Ibadah Anda

Syarat Diterimanya Ibadah Anda

Alomuslim.com – Ibadah merupakan sebuah bentuk ketundukan dan berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ibadah juga bisa dipahami sebagai segala yang dicintai dan diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala baik berupa pebuatan atau perkataan serta yang lahir maupun yang bathin. Ibadah terbagi dalam tiga bentuk, yakni amalan hati, ucapan lisan dan perbuatan anggota tubuh.

Ibadah merupakan salah satu alasan diciptakannya manusia, bahkan juga termasuk bangsa jin. Allah berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku..” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Agar suatu ibadah dapat diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala dan juga mendapatkan balasan pahala di akhirat kelak, seorang muslim harus mengetahui apa yang menjadi syaratnya. Adapun syarat diterimanya ibadah seseorang yakni :

1. Ikhlas karena Allah semata

Allah Azza wa Jalla, berfirman :

فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaknya ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan sesuatupun dalam beribadah kepada Rabb-nya.” (QS. Al Khafi : 110)

Barangsiapa yang mengerjakan ibadah tetapi dalam niatnya, ada sesuatu selain Allah yang menjadi sebab ia mengerjakannya, maka ibadahnya tidak akan diterima Allah. Misal, bersedekah karena ingin dibilang dermawan, shalat agar dibilang shalih, atau berpuasa hanya karena orang lain berpuasa.

Segala bentuk riya’ (melakukannya karena ingin dilihat orang lain) dalam ibadah, atau mempersembahkan ibadahnya bukan untuk Allah, maka yang demikian termasuk dalam perbuatan menyekutukan Allah dalam ibadah, jelas hal ini akan tertolak. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan..” (HR. Bukhari 6689, Muslim 1907)

Kalau niat ibadahnya ikhlas karena Allah, maka Allah akan menerimanya, tetapi juga harus memenuhi syarat kedua tentunya. Sementara niat ibadahnya untuk selain Allah, maka ia tidak akan mendapatkan balasan yang baik disisi Allah.

2. Sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim 1718)

Setiap ibadah yang dikerjakan namun tidak ada petunjuknya dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, jelas akan tertolak, karena ibadahnya tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah. Jika tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah, maka ia tidak memiliki bagian dalam Islam.

Dua syarat inilah yang harus dipenuhi agar ibadah dapat diterima disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Keduanya menjadi syarat mutlak yang saling mengikat antara satu dengan yang lainnya. Ibadah tidak akan diterima meskipun dilakukan dengan ikhlas tetapi menyalahi petunjuk dari Rasulullah. Demikian juga, ibadah tidak akan diterima meskipun sesuai dengan petunjuk Rasulullah, tetapi dalam niat mengerjakannya tidak ikhlas karena Allah semata.

Referensi :

  • Dua Syarat Diterimanya Ibadah, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc (Rumaysho)
  • Pengertian Ibadah Dalam Islam, Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Almanhaj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *