Inilah Yang Terjadi Ketika Umar bin Khaththab Hendak Membunuh Rasulullah
KISAH SAHABAT, SIRAH NABAWIYAH

Inilah Yang Terjadi Ketika Umar bin Khaththab Hendak Membunuh Rasulullah

Alomuslim.com – Peristiwa ini terjadi pada tahun kelima kenabian. Pada saat itu Umar bin Khaththab masih dalam keadaan musyrik dan menyembah berhala. Dia merupakan salah seorang yang permusuhannya sangat keras dengan Rasulullah shallallahu alaihi was sallam dan para sahabat. Umar sangat senang menyiksa orang-orang lemah yang beriman kepada Rasulullah shallallahu alaihi was sallam.

Ketika kemarahannya telah memuncak terhadap dakwah umat Islam, Umar keluar berniat untuk mengajak duel Rasulullah shallallahu alaihi was sallam untuk menyelesaikan urusan dan kemarahannya. Pada saat itu Rasulullah dan para sahabat sedang berkumpul di satu rumah di bukit Shafa, berjumlah sekitar empat puluh orang. Didalam perkumpulan itu terdapat beberapa sahabat mulia yang tidak ikut hijrah ke negeri Habasyah, diantaranya Hamzah bin Abdul Muthalib, Abu Bakar bin Abu Quhafah Ash Shidiq dan Ali bin Abi Thalib.

Ketika dalam perjalanan, Umar bertemu dengan Nu’aim bin Abdullah, yang memberitahukan bahwa adik perempuannya, Fathimah bin Khaththab telah memeluk Islam. Kemudian Umar segera menuju ke rumah adik perempuannya tersebut. Ketika itu adiknya sedang Bersama suaminya Sa’id bin Zaid dan juga Khabbab bin Al-Arat, yang sedang membacakan surat Thaha.

Ketika mendekati rumah adiknya, Umar sempat mendengar bacaan surat Thaha oleh Khabbab. Kemudian dia masuk dan bertanya kepada adiknya, perihal bacaan yang di dengarnya. Umar yang sudah mengetahui Sa’id bin Zaid dan juga adiknya Fathimah, telah masuk Islam kemudian dia marah besar dan langsung menghajar saudara iparnya tersebut. Tetapi Fathimah melindungi suaminya, dan Umar tanpa sengaja menghajar adiknya juga hingga terluka.

Melihat darah keluar dari tubuh adik perempuannya, ia menyesali tindakannya tersebut, dan meminta kepada adiknya untuk menunjukkan bacaan yang tadi didengarnya. Tapi adiknya menyuruh Umar untuk mandi, karena pada saat itu ia masih dalam keadaan musyrik dan najis sehingga tidak layak untuk memegang lembaran ayat tersebut.

Kemudian Fathimah memberikan lembaran tersebut setelah Umar mandi. Ketika Umar membaca awal suratnya, ia berkata, ‘Betapa indahnya dan mulianya perkataan ini!’ Khabbab yang mendengar Umar berkata seperti itu, langsung menyampaikan bahwa Rasulullah pernah berdoa agar Umar masuk Islam. Lalu ia langsung mengajar Umar untuk bersegera bertemu dengan Rasulullah.

Umar mengambil pedangnya yang terhunus sambil berjalan menuju tempat Rasulullah. Sesampainya, ia mendobrak pintu rumah tempat Rasulullah dan para sahabat berkumpul. Para sahabat sedikit panik, tetapi Hamzah berniat untuk menghadapinya apabila Umar bermaksud untuk mengajak duel.

Tetapi Rasulullah menenangkan pamannya itu dan mempersilahkan Umar masuk. Rasulullah langsung menyambut kedatangannya dan menemuinya di dalam kamar sendiri. Beliau menarik ikatan selendang Umar dengan sangat keras, sambil bersabda kepadanya, ‘Apa yang membuatmu datang kesini, wahai anak Khaththab? Demi Allah jika engkau tindakanmu selama ini, Allah akan menurunkan siksa kepadamu.’

Umar-pun berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku datang menemuimu untuk beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan apa saja yang engkau bawa dari Allah.’ Mendengar jawaban itu Rasulullah langsung bertakbir dengan keras, hingga di dengar oleh para sahabat yang lain dan kemudian ikut bertakbir pula. Mereka mengetahui bahwa Umar telah masuk Islam. Kebahagian menghiasi pertemuan malam itu, karena mereka sadar bahwa umat Islam akan semakin kuat dengan masuk Islamnya Umar bin Khaththab radhiallahu anhu. 

Referensi : Sirah Nabawiyah Ibnu Ishaq, Ibnu Hisyam (Akbar Media : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *