islam adalah agama kasih sayang
AKHLAK, DASAR ISLAM

Islam Adalah Agama Kasih Sayang

Alomuslim.com – Islam Adalah Agama Kasih Sayang Menjadi seorang muslim akan menutut anda untuk menjadi seorang penyayang, menjadikan kasih sayang sebagai akhlaknya, dan hal itu akan menjadi sebab sumber kejernihan jiwa dan kesucian rohani. Bagi seorang muslim yang berbuat kebaikan dan beramal shalih, menjauhi kejahatan, menghindari kerusakan, maka ia akan selalu berada dalam naungan rahmat dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh karena itu setiap orang muslim harus mencintai akhlak kasih sayang dan bersungguh-bersungguh melaksanakannya serta mewasiatkannya kepada semua umat muslim. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.” (QS. Al Balad : 17)

Serta mengamalkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :

“Sesungguhnya Allah hanya merahmati hamba-hamba-Nya yang penyayang.” (HR. Bukhari no. 1284)

Dalam riwayat yang lain :

“Perumpamaan orang-orang beriman di dalam cinta, kasih sayang dan perasaan simpati adalah laksana satu tubuh yang apabila salah satu anggota mengaduh, maka seluruh anggota tubuh lainnya ikut serta mengaduh dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim no. 2586)

Bukti dari seseorang telah memiliki akhlak kasih sayang dalam dirinya adalah ia dengan mudah memberikan maaf kepada orang yang berbuat salah, menolong orang yang kesusahan, membantu orang yang sedang kesempitan, memberi makan kepada yang kelaparan, memberi pakaian kepada orang yang tidak mempunyai pakaian dan menolong orang yang tertimpa musibah. Semua itu adalah bukti yang membekas dari kasih sayang, dan masih banyak lainnya.

Abu Qatadah pernah menyampaikan sebuah hadits tentang kemuliaan akhlak Rasulullah dalam berkasih sayang terhadap umatnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya aku memasuki shalat dan ingin memperpanjangnya, namun aku mendengar tangisan seorang bayi, maka aku memendekkannya karena aku mengetahui perasaan ibunya yang sangat pilu karena tangisannya.” (HR. Bukhari no. 709)

Maka beralihnya Rasulullah  dari pelaksanaan shalat beliau yang semula hendak memperpanjang dan pilunya hati ibu dari tangisan bayinya adalah perwujudan kasih sayang yang dititipkan oleh Allah di hati hamba-hamba yang saling menyayagi.

Ketika Rasulullah  telah mengajarkan dan mencotohkan akhlak kasih sayang, maka bagaimana mungkin ada seorang muslim yang gemar menyakiti orang lain, merusak dan berbuat kerusakan, menyiksa binatang, berlaku kasar terhadap orang yang berbuat salah kepadanya. Apa yang mereka perbuat, sungguh telah jauh dari ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ. Dan itu bukanlah akhlak seorang muslim.

Tidaklah pantas bagi seorang muslim untuk berperilaku kasar, suka marah, senang menyiksa, berbuat kerusakan dan membunuh tidak pada yang dihalalkan. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan tersebut adalah perwujudan dari kekerasan hati dan tercabutnya kasih sayang dari jiwanya, sedangkan kasih sayang tidak akan dicabut kecuali dari hati orang yang berbuat keji.

Karena Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang, agama yang diturunkan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta, dan merupakan sebuah kedustaan yang menyebutkan Islam sebagai agama yang radikal dan cinta kekerasan.

Referensi : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir al Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *