Jadilah Muslim Yang Cinta Keadilan
AKHLAK, DASAR ISLAM

Jadilah Muslim Yang Cinta Keadilan

Alomuslim.com – Jadilah Muslim Yang Cinta Keadilan Seorang muslim harus memandang keadilan termasuk kewajiban yang paling utama dan pasti, karena Alla Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan hal itu, sebagaimana firman-Nya :

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat.” (QS. An Nahl : 90)

Dalam ayat yang lainnya, Allah juga berfirman :

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.” (QS. An Nisa’ : 58)

Karena itu, sebagai seorang muslim, ia harus selalu berbuat adil dalam perkataan maupun perkara hukum. Dia harus memilih keadilan di dalam seluruh urusannya sampai keadilan menjadi akhlaknya dan juga menjadi sifat yang tidak terpisahkan darinya. Dengan akhlak tersebut dia menjadi seseorang yang tidak berpihak pada hawa nafsu, bahkan syahwat dan kekayaan dunia tidak mampu menghanyutkannya.

Oleh sebab kemuliaan akhlak tersebut, maka ia berhak mendapatkan ridha dan cinta Allah, kelimpahan nikmat-nikmat-Nya, sebagaimana telah dikabarkan sendiri oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya

“Dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Hujurat : 9)

Begitu pula dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengabarkan tentang kemulian mereka disisi Rabb mereka,

“Sesungguhnya orang-orang yang adil disisi Allah adalah berada pada mimbar-mimbar dari cahaya disisi kanan Yang Maha pengasih, dan kedua Tangan-Nya adalah kanan, yaitu mereka yang berbuat adil dalam hukum, keluarga dan kekuasaan mereka.” (HR. Muslim no. 1827)

Buah hasil dari indahnya akhlak adil adalah menyebarnya ketenangan di dalam jiwa segenap umat dan ditengah-tengah masyarakat kaum muslimin. Ada sebuah riwayat yang menggambarkan kondisi yang demikian. Ada seorang kaisar mengutus seorang duta untuk menemui Umar bin Khathab radhiallahu anhu untuk mempelajari keadaan beliau dan tindak-tanduknya.

Ketika utusan tersebut memasuki ibu kota, ia bertanya tentang Umar, ‘Dimana raja kalian?’ Masyarakat menjawab, ‘Kami tidak punya raja, kami hanya mempunyai amir (pemimpin), sekarang sedang berada di luar kota Madinah.’ Utusan itu keluar lagi mencari Amirul Mukminin, kemudian ditemukannya sedang tertidur di pasir berbantal tongkat kecil yang selalu digunakan untuk mencegah kemunkaran, ketika utusan tersebut melihat Amirul Mukminin sedang dalam keadaan demikian, maka tertegunlah dia, tunduk dalam hatinya sambil berkata,

“Seorang tokoh yang segenap raja tidak ada yang merasa tenang dari kewibawaannya, ternyata hanya begini kondisinya. Namun engkau hai Umar telah bertindak adil, sehingga bisa tidur nyenyak, sedang raja-raja kami berlaku serong, sehingga tidak aneh jika mereka selalu bangun malam karena ketakutan.”

Wahai umat muslim, berlaku adillah dalam setiap keadaan, agar engkau dicintai Allah dan banyak mendapatkan kelimpahan berkah karenanya.

Referensi : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *