jangan bangun kuburan
KEMATIAN DAN JENAZAH

Jangan Bangun Kuburan!!

Alomuslim.com – Apabila kita memperhatikan bentuk kuburan kaum muslimin pada hari ini, baik yang ada di tanah air maupun diberbagai negara muslim lainnya, niscaya kita akan merasa miris. Karena apa yang dilakukan kebanyakan kaum muslimin pada hari ini, sungguh sangat jauh dari apa yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Kaum muslimin pada hari ini membangun kuburan mereka dengan menggunakan semen dan keramik, bahkan sebagian lagi ada yang mendirikan bangunan semacam rumah kecil untuk melindungi kuburan yang ada di dalamya. Apakah memang demikian yang disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam?

Perhatikan hadits berikut ini. Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata :

“Bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam dimakamkan dalam liang lahad, diletakkan batu nisan diatasnya, dan kuburannya ditinggikan dari permukaan tanah setinggi satu jengkal.” 

Persaksian diberikan juga oleh seorang ulama dari generasi tabi’in, Sufyan bin Dinar at-Tammar, bahwa beliau melihat makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam bentuk gundukan. (HR. Bukhari 2/103)

Kalau kita memperhatikan bagaimana bentuk kuburan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yakni kuburan beliau hanya berupa gundukan  tanah dan terdapat sebuah batu nisan yang diletakkan dibagian kepala untuk menandakan lokasi makam. Lalu, kaum muslimin mengambil petunjuk darimana untuk membangun kuburan mereka dengan semen dan keramik bahkan membuat bangunan di atasnya?

Jelas hal itu bukanlah dari Islam, karena semasa hidupnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah memerintahkan kepada Ali radhiyallahu anhu untuk meratakan kubur yang ditinggikan.

“Jangan biarkan gambar makhluk bernyawa, sampai kamu merusaknya, dan jangan biarkan kubur yang ditinggikan, sampai kamu meratakannya.” (HR. Muslim 969, Ahmad 741, Abu Dawud 3218 dan lainnya)

Bahkan dalam riwayat lainnya disebutkan lebih tegas mengenai pelarangan membangun kubur dengan semen. Dari Jabir radhiyallahu anhu, ia menceritakan :

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang menyemen kuburan, duduk diatasnya atau membangun sesuatu yang diatasnya.” (HR. Muslim 2289, Ibnu Abi Syaibah 11764, dan yang lainnya)

Orang yang jujur dalam mencintai Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah orang yang menampakkan ciri mengikuti jejak beliau, terutama adalah dengan meneladani beliau, mengamalkan sunahnya, mengikuti semua ucapan dan perbuatannya, melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangannya, serta menghiasi diri dengan adab-adab yang beliau contohkan.

Semoga kaum muslimin yang mengaku cinta kepada Rasulullah mau bertobat dan mengamalkan ajaran beliau dengan meratakan kuburan dan meruntuhkan segala bangunan yang ada di atasnya.

Referensi :

  • Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)
  • Hukum Meninggikan Makan, Ammi Nur Baits (Konsultasi Syariah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *