Jangan Berlebihan Terhadap Orang-Orang Shalih
DASAR ISLAM, KEIMANAN

Jangan Berlebihan Terhadap Orang-Orang Shalih

Alomuslim.com – Sikap berlebihan terhadap orang-orang shalih dapat menyebabkan seseorang meninggalkan agama mereka. Sungguh ini merupakan sesuatu yang berbahaya terhadap keimanan seseorang, tetapi terkadang hal ini tidak disadari oleh kebanyakan mereka.

Menghormati, menyayangi dan berbuat baik kepada orang shalih adalah hal yang sangat dianjurkan. Karena itu merupakan bentuk dari adab seseorang terhadap orang-orang yang memiliki keistimewaan dalam ibadah dan ilmu. Tetapi ketika berubah menjadi pengagungan dan sikap berlebihan dalam penghormatan kepada orang-orang shalih, maka pada batas ini, orang tersebut dapat terjatuh dalam kesyirikan.

Allah berfirman :

“Dan mereka berkata, ‘Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meniggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr’.” (QS. Nuh : 23)

Ibnu Abbas radhiyallahu anhu ketika menafsirkan ayat tersebut, ia berkata :

“Ini adalah nama-nama orang shalih dari kaum Nabi Nuh alaihissallam. Tatkala mereka meninggal, setan membisikkan kepada kaum mereka. ‘Dirikanlah patung-patung pada tempat yang pernah diadakan pertemuan disana oleh mereka, dan namailah patung-patung itu dengan nama-nama mereka.’ Orang-orang itupun melaksanakan bisikan setan tersebut, tetapi patung-patung mereka ketika itu belum disembah. Hingga setelah orang-orang yang mendirikan patung itu meninggal dan ilmu agama dilupakan orang, barulah patung-patung tadi disembah.” (HR. Bukhari)

Mengenai tafsir Ibnu Abbas ini, Ibnul Qayyim rahimahullahu mengatakan, bahwa banyak diantara para ulama pada masa lalu berkata, ‘Setelah mereka (orang-orang shalih -ed) meninggal orang-orangpun sering mendatangi kuburan mereka, lalu membikin patung-patung mereka, kemudian, setelah masa demi masa berlalu, akhirnya disembahlah patung-patung tersebut.’ 

Ternyata salah satu bentuk awal dari sikap berlebihan terhadap orang-orang shalih yakni dengan mendatangi kubur-kubur mereka, kemudian orang-orang akan mulai mengenang orang-orang shalih tersebut, kemudian setan membisiki mereka untuk membuatkan gambar atau patung, yang setelah beberapa generasi, ketika ilmu agama diangkat, gambar atau patung orang-orang shalih itu akan disembah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sangat khawatir sikap berlebihan terhadap orang-orang shalih ini akan muncul ditengah umatnya, karena itu beliau mengingatkan para sahabatnya untuk menjauhi hal tersebut. Beliau bersabda :

“Jauhilah oleh kalian sikap berlebihan, karena sesungguhnya sikap berlebihan itulah yang telah menghancurkan umat-umat sebelum kalian.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Sementara dalam riwayat lain, Rasulullah juga bersabda :

“Binasalah orang-orang yang berlebihan tindakannya (beliau sebutkan kalimat ini sampai tiga kali).” (HR. Muslim)

Adakah diantara saudara-saudara kita, diantara umat ini yang melakukan penghormatan kepada makam-makam orang shalih, berdoa disisi kuburnya serta melakukan beberapa ibadah di tempat itu? Kalau ada, maka berilah peringatan kepada mereka, karena yang demikian dapat menggiring mereka kepada kesyirikan sebagaimana umat-umat terdahulu melakukannya. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Referensi : Kitab Tauhid, Syaikh Muhammad At-Tamimi (Yayasan Ibnu Abbas : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *