Jangan Biarkan Orang Yang Tidak Baik Agamanya Masuk Rumahmu
DASAR ISLAM, KELUARGA

Jangan Biarkan Orang Yang Tidak Baik Agamanya Masuk Rumahmu

Alomuslim.com – Dalam rangka menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga, hendaknya setiap anggota keluarga tidak mengajak seseorang yang buruk agamanya untuk masuk ke dalam rumah. Karena hal tersebut dapat mengundang kerusakan.Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda :

“Dan perumpamaan teman yang jahat itu seperti pandai besi.” (HR. Abu Dawud no. 4829)

Sementara dalam riwayat lainnya disebutkan,

“Dan pandai besi (bisa) membakar rumahmu,pakaianmu atau kau dapati darinya bau yang busuk.” (HR. Bukhari 4/323)

Maksud dari kedua hadits di atas, yang secara makna bersambung tersebut, adalah bahwa masuknya orang yang tidak baik dan diragukan agamanya, akan menjadi sebab timbulnya permusuhan diantara anggota keluarga, berpisahnya suami istri, serta berbagai keburukan lainnya.

Sungguh banyaknya kerusakan dan kehancuran rumah tangga disebabkan dengan memasukkan orang-orang yang tidak baik agamanya kedalam rumah, meskipun dia adalah tetangga, teman, rekan kerja, atau dia seseorang yang berpura-pura baik sehingga membuat pemilik rumah tidak enak untuk menolaknya masuk.

Dan hal ini menjadi perhatian bagi para istri shalihah, agar tidak mudah memasukkan seseorang yang tidak baik agamanya, janganlah ragu untuk menolak mereka masuk ke dalam rumah. Dan Rasulullah telah memperingati hal itu melalui lisannya yang mulia,

“Wahai manusia, hari apakah yang paling suci? Hari apakah yang paling suci?

Hari apakah yang paling suci?” mereka menjawab, ‘Hari Haji Akbar.’ Kemudian Nabi bersabda di tengah khutbahnya pada hari itu, “Adapun hak kalian atas istri-istri kalian adalah hendaknya mereka tidak membiarkan orang yang kalian benci menginjak Kasur (tempat duduk) kalian, dan tidak memberi izin (masuk) kepada orang yang kamu benci.” (shahih. HR. At Tirmidzi no. 1163, dan lainnya)

Referensi :40 Nasihat Memperbaiki Rumah Tangga, Syaikh Dr. Muhammad bin Shalih al-Munajjid (Darul Haq : 2014) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *