jangan lakukan hal ini wahai muslimah
DASAR ISLAM, PAKAIAN

Jangan Lakukan Hal Ini, Wahai Muslimah

Alomuslim.com – Wanita muslimah merupakan sosok yang mulia, karenanya syariat Islam berusaha untuk menjaga dan melindungi kemuliaan tersebut. Syariat Islam menetapkan bahwa sebaik-baik tempat bagi seorang wanita muslimah adalah di rumah. Dengan berada di rumah, wanita muslimah lebih selamat dari fitnah lawan jenis, ia bisa terlindungi dari berbagai pandangan dan gangguan jahat dari laki-laki ‘hidung belang’.

Tetapi budaya orang-orang diluar Islam telah merusak kemuliaan tersebut. Mereka menuduh syariat Islam mengekang kebebasan wanita, dengan mengurung dan melarang para wanita keluar dari rumahnya. Dengan mengatasnamakan hak asasi manusia, dibalut slogran kebebasan berekspresi dan menuntut kesetaraan gender, rusaklah semua tatanan kemuliaan wanita muslimah. Akhirnya, runtuhlah benteng yang melindungi kemuliaan wanita muslimah, kini bertebaranlah mereka dijalan-jalan, di pasar-pasar dan diperkantoran serta di berbagai tempat.

Yang demikian itu kemudian menyebabkan terjadinya berbagai keburukan. Hari ini bisa kita saksikan, betapa banyak kerusakan yang ada di tengah-tengah masyarakat yang berujung pada hal-hal yang merugikan wanita. Semua itu disebabkan mereka terpengaruh oleh budaya orang-orang diluar Islam. Seperti misalnya, pacaran yang seringkali berujung hamil diluar nikah, pelecehan seksual hingga pemerkosaan karena berpakaian yang mengundang syahwat laki-laki, tampil sensual untuk menarik perhatian laki-laki yang terkadang sudah berkeluarga sehingga merusak rumah tangga orang lain, dan banyak lainnya.

Justru menurut para wanita, baik yang menjadi korban para lelaki pemuja syahwat atau yang lainnya, seringkali mereka menyalahkan laki-laki atas kejadian tersebut. Apakah para wanita tidak mau memperhatikan? Kalau seandainya mereka mau taat dengan syariat Islam dan menjaga dirinya dengan lebih banyak berada di rumah, atau berpakaian sesuai syariat ketika berada diluar rumah, tidak bertabbaruj dan dengan di dampingi mahramnya tentu berbagai kerusakan yang disebutkan tadi, kecil kemungkinan akan terjadi.

Hindarilah Tabbaruj

Beberapa kejadian pelecehan terhadap kaum wanita terjadi disebabkan oleh tabbaruj. Tabbaruj adalah mempertontonkan hiasan (riasan) wajah, kecantikan dan bagian-bagian tubuh tertentu yang bisa membangkitkan syahwat laki-laki. Islam melarang bagi wanita muslimah melakukan hal tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dahulu..” (QS. Al Ahzab : 33)

Ternyata menurut ayat tersebut, berhias ketika keluar rumah dan mempertontonkannya merupakan budaya masyarakat jahiliyah, yang sekitar 1500 tahun lalu hidup dengan keterbelakangan ilmu dan peradaban, sebelum datangnya Islam untuk mengubah itu semua. Jelas hal tersebut bukan sebuah kemajuan bagi kaum wanita, seperti apa yang selalu disuarakan oleh orang-orang diluar Islam yang mengaku pejuang hak asasi manusia. Wanita musliah telah dibohongi oleh orang-orang yang ingin merusak kemuliaan mereka.

Wahai  wanita muslimah kembalilah pada perspektif Islam, yang memandang dirimu sebagai makhluk yang harus dilindungi. Bukan dengan perspektif barat, yang menganjurkan wanita keluar rumah harus dalam keadaan cantik dengan berhias, dan selalu tampil dengan semenarik mungkin, yang justru hal itu akan memancing untuk dijadikan mangsa oleh para lelaki hidung belang.

Wahai wanita muslimah, berdiam dirilah di rumah, kalau seandainya memang harus keluar rumah, tidak usahlah berhias dan mintalah di temani dengan mahrammu. Sesungguhnya ketika engkau keluar dari rumah, setan menghiasi dirimu sehingga mengundang pandangan dan membangkitkan syahwat laki-laki. Ibnu Mas’ud berkata, Nabi bersabda :

“Wanita adalah aurat, manakala ia keluar rumah, maka syetan akan menyambutnya (membuatnya indah dalam pandangan laki-laki).” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, Ath Thabrani)

Wahai wanita muslimah, semoga Allah senantiasa menjagamu dalam kemuliaan. Allahumma aamiin.

Referensi : Fiqih Sunnah Wanita Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Madina Adipustaka : 2013)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *