Jangan Remehkan Bersuci Setelah Buang Air Kecil

jangan remehkan bersuci

Jangan Remehkan Bersuci Setelah Buang Air Kecil – Islam adalah agama yang suci dan mengajarkan kesucian kepada umatnya, sehingga bersuci menjadi bagian yang sangat penting dan menjadi kunci dalam beberapa ibadah, seperti shalat, membaca Qur’an dan lainnya. Bersuci hukumnya wajib berdasarkan keterangan dari Al Qur’an dan as Sunnah. Allah Ta’ala berfirman, :

[su_quote]“Dan jika kamu junub maka (bersucilah) mandilah.” (QS. Al Ma’idah : 6)[/su_quote]

Dalam ayat yang lain, Allah juga berfirman, :

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al Baqarah : 222)

Perkara bersuci tidak hanya sebatas pada wudhu, tayammum ataupun mandi junub, tetapi juga termasuk dalam perkara bersuci adalah istinja’ atau bersuci dengan air setelah buang air kecil maupun air besar. Istinja’ seringkali menjadi perkara yang diremehkan oleh sebagian umat muslim.

Baca Juga : Macam-macam Air Untuk Bersuci

Entah dengan alasan terburu-buru, atau dengan alasan di kamar kecilnya tidak ada air atau sesuatu untuk bersuci, atau karena buang air kecilnya di pinggir jalan. Apapun alasannya, sebaiknya umat muslim tidak meremehkan perkara tersebut. Rasulullah ﷺ pernah memperingati umat islam untuk senantiasa bersuci setelah buang air kecil atau mereka bersiap dengan siksa yang keras di kubur. Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu, ia berkata Rasulullah ﷺ bersabda :

“Kebanyakan siksa kubur adalah karena kecing (buang air kecil), oleh karena itu bersucilah dari kencing (buang air kecil).” (HR. al-Bazzar, ath-Thabrani, al-Hakim dan ad-Daruquthni)

Perkara meninggalkan istinja’ memang tidak termasuk dalam perkara besar. Kalaupun ia tidak termasuk dalam perkara besar, tetapi siksa yang diterima dari mengabaikannya sungguh amatlah pedih. Jangan sampai kita meremehkan istinja’ dengan alasan yang tidak dibenarkan syariat. Sekali lagi, Rasulullah ﷺ mengingatkan kepada semua umat muslim untuk menjaga kebiasaan istinja’ setiap kali selesai buang air kecil. Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ melewati dua kubur, lalu beliau bersabda, :

“Sesungguhnya keduanya sedang diazab, dan keduanya tidak diazab karena perkara besar, tentu itu adalah dosa besar. Adapun yang pertama maka dia berjalan menyebarkan adu domba (namimah); dan yang lainnya maka dia tidak menjaga dirinya dari kencingnya (tidak menyucikan diri dari buang air kecilnya).” (HR. Bukhari, Muslim, dan yang lainnya)

Sungguh Islam sebagai agama, telah mengajarkan sebuah pedoman hidup yang baik dan menjauhkan dari segala keburukan. Islam mengatur dalam setiap perkara yang berkaitan dengan keseharian umatnya. Ikutilah setiap petunjuk yang telah diajarkan oleh syariat Islam, karena pasti hal tersebut akan membawa kebaikan bagi kehidupan kita.

Dan perlu diketahui, bahwa perilaku meninggalkan istinja’ merupakan syi’ar yang dipraktekkan oleh umat-umat di luar Islam, karena agama mereka tidak mengajarkan tentang pentingnya bersuci setelah buang air kecil. Maka, wajib bagi kita mengingkari syi’ar mereka, dengan senantiasa menjaga kesucian setiap kali buang air kecil. Wallahu ‘alam bishawab.

Referensi :

  • Shahih At Targhib wa At Tarhib jilid 1, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani (Darul Haq : 2016)
  • Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *