jangan sampai tanda-tanda ini ada pada diri anda
AKHLAK, DASAR ISLAM

Jangan Sampai Tanda-tanda Ini Ada Pada Diri Anda !

Jangan Sampai Tanda-tanda Ini Ada Pada Diri Anda ! –  Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

“Tanda-tanda orang munafik ada tiga ; apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia mengingkari, dan apabila dipercaya dia berkhianat.” (HR. Bukhari, Muslim)

Dalam satu riwayat Muslim ada tambahan,

“…meskipun dia berpuasa, shalat dan mengaku bahwa dia seorang muslim.”

Sementara dalam riwayat dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

“Ada empat perkara yang barangsiapa ini ada padanya, maka berarti dia adalah seorang munafik tulen, dan barangsiapa yang pada dirinya terdapat satu perkara darinya, maka pada dirinya terdapat satu perkara dari kemunafikan, hingga dia meninggalkannya yaitu : apabila dipercaya dia berkhianat, apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia melanggarnya dan apabila bertengkar dia curang.” (HR. Bukhari, Muslim)

Munafik adalah orang yang memiliki sifat nifak (kemunafikan) di dalam dirinya. Nifak merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya. Sifat kemunafikan yang terdapat pada hadits diatas termasuk dalam nifak asghor (nifak kecil atau ringan) yang tidak mengeluarkan seseorang dari Islam, namun menjadi salah satu sebab menuju kekufuran. Jika perilaku tersebut terus ia lakukan, tidak menutup kemungkinan ia akan terjerumus dalam kemunafikan.

Apabila dirinci tanda kemunafikan berdasarkan hadits di atas adalah :

1. Jika Berbicara Dia Berdusta

Betapa banyak saat ini kita mendapati, seseorang menyebarkan berita dusta (hoax) di media sosial untuk menjatuhkan orang lain, berdusta dengan melucu untuk bisa membuat orang lain tertawa, bahkan berdusta untuk mendapatkan harta, jabatan dan berbagai kekayaan.

Termasuk dusta juga, perkataan orangtua atau orang dewasa kepada anak-anak yang menakut-nakuti atau mengiming-imingi sesuatu agar mau menuruti perintah dari para orangtua. Sungguh kerugian yang besar bagi mereka. Beberapa dalil yang menjelaskan mengenai ancaman atas orang-orang yang gemar berdusta diantaranya, firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

“Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta.” (QS. Adz Dzariyat : 10)

Dan Rasulullah ﷺ bersabda :

“Sesungguhnya dusta menunjukkan kepada perbuatan keji, dan perbuatan keji menunjukkan kepada neraka. Dan selama seorang laki-laki terus menerus berdusta hingga akhirnya dia dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Bukhari no. 6094, Muslim 2606)

2. Apabila Berjanji Dia Mengingkari

Ingkar janji merupakan salah satu sifat yang tercela, dan sungguh amat buruk perilaku orang-orang yang suka mengingkari janji. Ada dua kondisi dari bentuk mengingkari janji ini, yaitu, :

  • Berjanji, tetapi sejak awal memang sudah berniat untuk tidak menepatinya. Ini merupakan pengingkaran paling buruk.
  • Berjanji, pada awalnya berniat untuk menepati janji tetapi di tengah jalan ia berbalik, lalu mengingkarinya tanpa ada alasan yang dibenarkan secara syar’i.

Adapun jika dia berniat untuk memenuhi janji tersebut, tetapi karena alasan tertentu atau ada hal lainnya yang dapat dibenarkan, maka dia tidak termasuk dalam sifat tercela ini. Allah ﷻ berfirman :

… وَأَوۡفُواْ بِٱلۡعَهۡدِۖ إِنَّ ٱلۡعَهۡدَ كَانَ مَسۡ‍ُٔولٗا ٣٤

“Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al Isra’ : 34)

3. Apabila Dipercaya Dia Berkhianat

Jika seseorang dipercaya untuk memegang suatu amanah, maka dia wajib untuk menjaga amanah tersebut dengan mengobarkan segenap jiwa dan raganya. Misalkan dalam pekerjaan, seseorang yang yang diberikan sebuah jabatan wajib untuk menunaikan dengan sebaik mungkin tanggung jawabnya, tidak menyalahgunakan untuk kepentingannya sendiri. Demikian halnya orang yang dipercaya menyimpan sebuah rahasia, maka dia harus merahasiakannya tanpa boleh menceritakan kepada siapapun juga.

Allah Ta’ala berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَخُونُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓاْ أَمَٰنَٰتِكُمۡ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٢٧

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan juga janganlah kalian mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepada kalian, sedang kalian mengetahui.” (QS. Al Anfal : 27)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Nabi ﷺ bersabda :

“Tunaikanlah amanat pada orang yang memberikan amanat padamu dan janganlah mengkhianati orang yang mengkhianatimu.” (HR. Abu Dawud no. 3535, Tirmidzi no. 1264 dan Ahmad 3/414)

4. Apabila Bertengkar Dia Curang

Termasuk dalam perbuatan ini adalah seseorang melakukan sesuatu yang keluar dari kebenaran secara sengaja sehingga dia memenangkan pertengkaran ataupun persaingan. Dia menjadikan yang benar sebagai yang keliru dan yang keliru sebagai yang benar. Dalam hal ini bisa diambil contoh pada sebuah kontestasi politik, perebutan jabatan ataupun kompetisi olahraga. Dimana seseorang tersebut menghalalkan segala cara untuk memenangkan persaingan, baik dengan menyogok, memanipulasi ataupun meminta bantuan pihak ketiga agar bisa memenangkannya. Maka jadilah ia termasuk orang yang dibenci Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana dalam hadits dari baginda Nabi ﷺ disebutkan :

“Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah adalah penantang yang paling keras.” (HR. Bukhari no. 2457, Muslim no. 2668)

Semoga Allah menjauhkan kita dari berbagai sifat kemunafikan dan keburukannya.

Allahumma aamiin.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *